Pekanbaru (Inmas). Kepala Kantor Kementerian Agama Kota
Pekanbaru Drs. H. Syahrul Mauludi, MA memberikan pembinaan dalam Bimbingan Teknis
Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Kelompok Kerja Kepala pada Jenjang
Madrasah Ibtidaiyah. Kegiatan ini diadakan di Aula Kantor Kemenag, pada Kamis
(30/05/2024).
Turut hadir dan mendampingi Kepala Kantor, Kasi Penmad Dr.
H. Rialis, M.Pd dan Ketua Pokja Kepala Muhammad Azroi, M. Ag. Selain itu hadir
Kepala Madrasah pada jenjang Ibtidaiyah dibawah binaan Pengawas Madrasah Efendi,
S.Pd dan Zahroti Musanif, S.E, M.Pd.
Dalam pembinaannya, Syahrul Mauludi menyampaikan bahwa
pembinaan dan bimbingan sangat perlu dilakukan, karena melihat situasi saat ini
masih banyak ditemukannya guru-guru yang memiliki kompetensi yang masih kurang.
“ dikarenakan saat ini kondisinya, terdapat banyak guru-guru
baru dan tergolong usia muda, tentu diperlukannya pembekalan-pembekalan” ucap
Ka. Kan. Kemenag.
Menurut Syahrul, kondisi saat ini, para guru-guru di
madrasah memiliki kompetensi yang berbeda-beda. Beliau menjelaskan bahwa di
Indonesia sendiri, kompetensi guru-gurunya masih tergolong dibawah standar,
yakni 4,8 dari standarnya yang bernilai 6” tuturnya.
Selanjutnya beliau juga membahas terkait permasalahan
kesejahteraan guru-guru madrasah saat ini, yang mana sebagian dari lembaga
pendidikan belum bisa memberikan penghargaan yang baik terhadap para guru.
Tetapi selain beberapa permasalahan yang dihadapi para guru,
terdapat juga keunggulan yang dimiliki, Syahrul menyampaikan bahwa para guru di
madrasah memiliki niat yang luarbiasa dalam mengajar.
“niat para guru dimadrasah saat ini, menurut penglihatan
pribadi saya sudah sangat luarbiasa, tidak hanya sekedar mencari gaji, tetapi
memang sudah berbentuk pengabdian” terang Ka. Kan. Kemenag.
Diakhir pembinaanya, beliau mengucapkan selamat mengikuti
bimtek Implementasi Kurikulum Merdeka ini, beliau berharap dengan diadakannya
bimtek ini, para kepala madrasah dan guru-guru dapat lebih inovatif dan kreatif
dalam memberikan pengajaran kepada para siswa/siswi nya.