Ka Kan Kemenag Rohul: Jadikan Masjid Pusat Agama, Ekonomi, dan Wisata Religius
Ringkasan:
PASIRPANGARAIAN (HUMAS)- Penasaran dengan manajemen pengelolaan dan program masjid, sebanyak 57 jemaah Wirid Pengajian Al-Harmain Kota Dumai, gelar studi banding (Stuban) ke Masjid Agung Islamic Center Pasirpangaraian, Kabupaten Rokan Hulu, Ahad (22/1/12) sore.
PASIRPANGARAIAN (HUMAS)- Penasaran dengan manajemen pengelolaan dan program masjid, sebanyak 57 jemaah Wirid Pengajian Al-Harmain Kota Dumai, gelar studi banding (Stuban) ke Masjid Agung Islamic Center Pasirpangaraian, Kabupaten Rokan Hulu, Ahad (22/1/12) sore.
Asy’ari, selaku Ketua Rombongan Jemaah Al-Harmain, mengaku Stuban ke Masjid Agung penasaran dengan manajemen pengelolaan, termasuk program Shalat Subuh berjamaah, melalui program “Subuh Sehatâ€.
Para jemaah sangat tertarik dengan komitmen Pemkab Rohul dalam menegakkan syariat Agama Islam. Dari 435 jumlah jemaah Al-Harmain, hanya sekitar 57 jemaah yang ikut sambangi Masjid Agung. Para jemaah selanjutnya akan sambangi Masjid Islamic Center Kampar, Siak, dan Sungai Pakning.
“Kami tertarik ke sini, karena mendengar besarnya komitmen Pemkab Rohul dalam pengembangan Agama Islam. Diharapkan kunjungan ini menjadi referensi dalam menciptakan atmosfer suasanan Islami di Kota Dumai. Kami sangat berharap Pemerintah Kota Dumai juga berkomitmen terhadap pengembangan Islam seperti di sini,†terang Ansyari, kepada sejumlah wartawan, di sela-sela kunjungan.
Pada kesempatan kunjungan itu, Ahmad Supardi Hasibuan, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Rohul menjelaskan berbagai program aktualisasi yang berjalan di Masjid Agung Islamic Center, seperti pengajian rutin Kamis malam, Kuliah Subuh Kamis, Shalat Zuhur dan Asar berjemaah, Shalat Subuh berjemaah dilanjutkan Jumaatan, dan kuliah tujuh menit sebelum Shalat Zuhur oleh kepala satuan satker secara bergantian.
“Begitu juga, kita lakukan pembinaan imam dan khatib se-Rohul. Jalankan Program “Maghrib Mengaji†untuk anak-anak disini. Dan kita juga telah memiliki Radio Islamic Center, sebagai acuan waktu shalat di Rohul,†tambahnya.
Kedepan, kata Ahmad Supardi, pengembangan Masjid Agung tetap mengacu pada konsep awal yaitu masjid sebagai pusat pengembangan agama, juga upaya pengembangan ekonomi dan wisata relegius.
Ia juga membuktikan keberadaan Islamic Center Pasirpangaraian telah banyak dikenal masyarakat dari segala penjuru, baik masih wilayah Riau dan luar provinsi Riau.
“Diharapkan, dengan kunjungan jemaah dari Kota Dumai ini, menggugah masyarakat Rohul pentingnya Masjid Agung dan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk ikut meramaikan masjid,†harapnya.
Ia juga berharap, kedatangan jemaah asal Kota Dumai itu, mampu menjadi wadah dalam upaya memperkenalkan Masjid Agung Pasirpangaraian tentang keberadaan Islam di negeri seribu suluk dan di Riau pada umumnya. Demikian sebagaimana diberitakan Riau Terkini.Com. (zal/Ash)