0 menit baca 0 %

Ka.KanKemenag Buka Bimtek Implementasi Kurikulum Merdeka dengan Pembelajara Mendalam Berbasis Cinta

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Suhelmon secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam Berbasis Cinta di Pondok Pesantren Syafa aturrasul, desa Beringin Taluk, Kec.

Kuansing (Kemenag) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Suhelmon secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Merdeka dengan Pembelajaran Mendalam Berbasis Cinta di Pondok Pesantren Syafa’aturrasul, desa Beringin Taluk, Kec. Kuantan Tengah pada Kamis (31/07/2025). 

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi mengungkapkan bahwa Kurikulum cinta merupakan kurikulum yang digagas oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (RI) untuk pengembangan pendidikan agama dan keagamaan yang bertujuan menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan dan bangsa sejak usia dini. 

Suhelmon menyampaikan harapannya agar bimtek ini dapat meningkatkan pemahana guru-guru dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka dengan pembelajaran mendalam berbasis cinta di pondok pesantren Syafa’aturrasul. “Semoga kegiatan bimtek ini menjadi penyemangat kita dalam mendidik. Melalui kurikulum merdeka dengan pembelajaran mendalam berbasis cinta, diharapkan kita bisa melahirkan generasi yang tidak hanya pintar, tapi juga memiliki hati nurani dan integritas,” ucapnya. 

Beliau juga berpesan agar terus meningkatkan kedisiplinan terhadap guru sebagai tenaga pendidik dan murid. Guru sebagai garda terdepan peningkatan kualitas pendidikan sehingga kedisiplinan dan profesionalime harus menjadi prioritas utama. 

“Guru adalah teladan bagi siswa. Disiplin bukan hanya kewajiban tetapi juga bentuk tanggungjawab moral. Kita harus mampu meningkatkan kinerja yang baik agar pendidikan di Pondok Pesantren kita ini semakin berkualitas,” ucapnya. 

“Pondok Pesantren saat ini sudah dapat perhatian lebih darai pemerintah buktinya sekarang sudah banyak lulusan Pondok Pesantren  yang berkiprah di tingkat nasional maupun internasional. Jadi mari kita tingkatkan lagi prestasi-prestasi yang belum sempat tercapai,” harap Suhelmon. (Gs)