0 menit baca 0 %

Ka.KanKemenag Memberikan Pembinaan dan Pelatihan di MAN 4 Kota Pekanbaru

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) Ka.KanKemenag Dr. H. Edwar S. Umar beserta KasubBag TU Kemenag Kota Pekanbaru H. Abdul Wahid, S.Ag, M.I.Kom memberikan pembinaan kepada majlis guru dan tenaga kependidikan MAN 4 Kota Pekanbaru pada Hari Selasa tanggal 12 Januari 2021.

Pekanbaru (Inmas) Ka.KanKemenag Dr. H. Edwar S. Umar beserta KasubBag TU Kemenag Kota Pekanbaru H. Abdul Wahid, S.Ag, M.I.Kom memberikan pembinaan kepada majlis guru dan tenaga kependidikan MAN 4 Kota Pekanbaru pada Hari Selasa tanggal 12 Januari 2021. Ka.KanKemenag dan KasubBag TU Kemenag Kota Pekanbaru beserta rombongan disambut langsung oleh Kepala Madrasah & TU MAN 4 Kota Pekanbaru Agus Salim Tanjung, MA dan Endang Dianita, M.Si beserta majlis guru dan tu yang bertugas di MAN 4 Kota Pekanbaru.

Ka.KanKemenag berpesan agar sayangi murid sebagai menyayangi putra-putri kita di rumah, karena tidak ada murid yang bodoh melainkan guru yang tidak kreatif, karena setiap manusia dilahirkan dengan kecerdasan yang beragam. Ka.KanKemenag juga menyampaikan sasaran utama dari Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil yaitu pertama peningkatan manajemen pelayanan dan tata kelola birokrasi. MAN 4 Pekanbaru merencanakan akan dibuatnya Pusat Pelayanan Satu Pintu (PTSP) guna peningkatan pelayanan kepada wali murid dan masyarakat sekitar madrasah. Selain itu, MAN 4 juga membangun asrama putri guna peningkatan kualitas mengajar di yang berbasis madrasah riset keagamaan yang menjadi branding utama MAN 4 Kota Pekanbaru. Kepala madrasah MAN 4 Agus Salim juga menyebutkan bahwasannya MAN 4 adalah mempunyai semboyan โ€œCekatanโ€ yaitu Cendikia, Katalisator, dan Handal dengan harapan MAN 4 dapat menjadi madrasah terdepan Kota Pekanbaru.

Kedua, adalah penguatan moderasi beragama. Setiap Guru diharapkan menjadi tauladan agama bagi setiap muridnya. Madrasah diharapkan menjadi tempat ditempanya putra putri islami yang wasathani yaitu lahirnya generasi yang kuat keilmuan keagamaan dan tidak lagi mempermasalahkan khilafiyah (perbedaan mazhab) tetapi lebih mengedepankan wasathaniyyah (perdamaian). Ketiga, Persaudaraan, madrasah menjadi tempat diajarkannya bagaimana membangun ukhuwah islamiyah kuat, ukhwah insaniyah tepat, bertoleransi dan berbudaya sesuai tuntunan syariat islam. Sehingga dengan ketiga poin tersebut dimulai dari madrasah di seluruh Indonesia menghasilkan Indonesia yang Rukun. (Rizq)