0 menit baca 0 %

Ka.KanKemenag Pimpin Doa pada HUT Riau ke-68 di Kabupaten Kuansing

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi Riau yang digelar di halaman Kantor Camat Kuantan Hilir Seberang pada Sabtu pagi (09/08/2025), berlangsung khidmat dan sarat nilai spiritual. Salah satu momen yang menyentuh dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah pembacaan...

Kuansing (Kemenag) Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi Riau yang digelar di halaman Kantor Camat Kuantan Hilir Seberang pada Sabtu pagi (09/08/2025), berlangsung khidmat dan sarat nilai spiritual. Salah satu momen yang menyentuh dalam rangkaian kegiatan tersebut adalah pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, Suhelmon.

Dengan suara tenang dan lantang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupten Kuantan Singingi mengangkat nilai-nilai religius dalam suasana yang penuh kebersamaan. Doa yang beliau sampaikan menyatu dalam tema besar peringatan tahun ini: “Merawat Tuah, Menjaga Marwah” sebuah pesan leluhur untuk merawat keberkahan yang telah dianugerahkan dan menjaga kehormatan daerah dengan nilai-nilai budaya, adab, dan spiritualitas.

Dalam penggalan awal doanya sebagai Refleksi Cinta Tanah Bertuah, Suhelmon mengajak seluruh hadirin untuk menyatukan hati dan jiwa dalam doa kepada Tuhan Yang Maha Esa.  “Ya Allah Tuhan Maha Kuasa, Penggenggam bumi, pengatur masa, Di hari ini kami berdoa bersama, Untuk Riau bertuah yang kami cinta,” pintanya.

“Ya Rahman, Ya Rahim ya Rabbul Izzati,

68 tahun sudah Provinsi Riau berdiri,

di bawah naungan ridho-Mu, dengan tuah yang Engkau anugerahi, dan marwah yang Engkau titipkan dalam hati sanubari dari generasi ke generasi, Karuniakan setiap gerak langkah jiwa raga kami untuk senantiasa mensyukuri. Ya Allah, Kami insaf,Bahwa marwah negeri adalah amanah,tuah tanah ini adalah titipan, bukan untuk disombongkan, tapi untuk dijaga dengan budi, ditegakkan dengan adab, dilestarikan dengan ilmu, serta disemai dengan iman dan takwa.” Ucap suhelmon dalam doanya. 

Dengan ungkapan yang sarat makna, doa tersebut menjadi cerminan kecintaan mendalam terhadap tanah Riau, negeri yang kaya akan budaya, sejarah, dan kekayaan alam, namun lebih dari itu, negeri yang mengusung nilai spiritual dan marwah sebagai jati dirinya. Tuah dan Marwah sebagai warisan berharga bukan sekadar simbol, melainkan amanah.

Upacara peringatan ini berlangsung khidmat dan penuh makna dihadiri oleh Sekda, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, ASN, pelajar dan berbagai elemen masyarakat lainnya. Rangkaian acara upacara tersebut tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga ajang refleksi bersama bahwa pembangunan Riau harus dilakukan dengan tetap berlandaskan nilai-nilai spiritual dan budaya yang telah menjadi fondasi masyarakat Melayu sejak dahulu kala. (Gs)