0 menit baca 0 %

Ka Kankemenag Rohul Motivasi Santri Ponpes

Ringkasan: PASIR PENGARAIAN (Humas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu, Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan, MA memberikan motivasi dan dorongan terhadap santri Pondok Pesantren agar bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu pengetahuan. Hal itu dikatakannya di hadapan santri dan santriwati saat Hal...
PASIR PENGARAIAN (Humas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu, Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan, MA memberikan motivasi dan dorongan terhadap santri Pondok Pesantren agar bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu pengetahuan. Hal itu dikatakannya di hadapan santri dan santriwati saat Halal bi Halal yang digelar Pondok Pesantren Raudatussalam Rambah Samo, Rabu (19/9). Lebih lanjut menurut Ka Kankemenag, belajar di Pondok Pesantren merupakan sesuatu hal yang sangat beruntung mengingat tamatan Pondok Pesantren tersebut dinilai lebih diterima di tengah masyarakat. ''''Jarang tamatan Pondok Pesantren yang tidak dihargai, hampir sebagaian besar dapat diterima dan terpakai di tengah masyarakat, makanya sangat beruntung bisa belajar di Pondok Pesantren ini,''''ungkapnya. Selain itu tamatan Pondok Pesantren juga terhitung cukup banyak yang berhasil di negeri ini. ''''Banyak pejabat dan orang hebat di negara ini yang berlatar belakang pendidikan di Pondok Pesantren, makanya akan ada kata minder apalagi alergi belajar di Pondok Pesantren,''''imbuhnya. Secara panjang lebar Ahmad Supardi bernostalgia dengan menceritakan pengalamannya semasa belajar di Pondok Pesantren Musthofawiyah Purba Baru beberapa tahun silam. Dengan cara penyamapaian khas dan menarik, membuat para Santri dan Santriwati Raudatussalam mengikutinya dengan seksama. Tidak hanya para Santri, para guru dan pengelola Pondok Pesantren Raudatussalam juga mendapat suntikan semangat dan motovasi dari Ka Kankemenag dalam mengelola dan membina kelangsungan pendidikan di Pondok Pesantren. Yang terpenting kata Supardi, keikhlasan dan kesabaran dalam mengurus dan membina Pondok Pesantren merupakan pondasi dasar yang mesti ada dalam setiap pribadi guru dan pengelola Pondok Pesantren. Karena, tanpa hal itu mustahil akan bisa terealisasi dengan baik mengingat banyaknya kekurangan yang dimiliki Pondok Pesantren itu sendiri. Terkait perhatian Kementerian Agama terhadap kesejahteraan guru dan Pondok Pesantren di Kabupaten Rokan Hulu, Supardi memaparkan sudah cuckup lumayan meskipun sebetulnya masih belum maksimal. Dari Kementerian Agama para guru Pondok Pesantren mendapatkan kesejahteraan berupa tunjangan guru non PNS sebesar Rp 250.000 perbulan, tunjangan transport guru non PNS dari Pamkab Rokan Hulu sebesar 250.000. Sedangkan untuk pengelolaan Pondok Pesantren itu sendiri, Kan Kemenag juga tiap tahunnya memberikan bantuan operasional. (sopian)