0 menit baca 0 %

Ka. Kanwil dan Gubri Ikuti Tahlil Nasional Doa untuk Syuhada Secara Virtual

Ringkasan: Riau (Inmas) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau Dr. H. Mahyudin, MA  bersama Gubernur Riau H. Syamsuar, Asisten III SeKda Prov. Riau Syahrial Abdi, dan  Karo Kesra Setda Prov. Riau H. Zulkifli Syukur  mengikuti Tahlil Nasional Do'a untuk syuhada yang wafat selama pandemi Covid 1...

Riau (Inmas) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau Dr. H. Mahyudin, MA  bersama Gubernur Riau H. Syamsuar, Asisten III SeKda Prov. Riau Syahrial Abdi, dan  Karo Kesra Setda Prov. Riau H. Zulkifli Syukur  mengikuti Tahlil Nasional Do'a untuk syuhada yang wafat selama pandemi Covid 19 secara Virtual dari Kediaman Gubernur Riau, Kamis malam (22/7/21). Kegiatan yang diikuti secara Nasional oleh Kemenag Se Indonesia dan Gubernur tersebut berlangsung khitmad setelah pelaksaanan sholat maghrib.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka mendoakan para tokoh ulama, pengasuh pondok pesantren, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, penghulu, relawan dan seluruh anak bangsa yang telah syahid karena pandemi covid – 29 serta sebagai salah satu ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT agar pandemi segera berakhir.

Dalam pesannya Menteri Agama berharap peserta Tahlil Nasional untuk mendoakan bangsa agar diberi kekuatan dan pandemi segera berlalu. Kepada seluruh elemen masyarakat, Menag mengajak untuk memperkuat solidaritas, kebersamaan, kegotongroyongan dan optimisme.

"Melalui acara ini, kita ingin mendoakan ulama, guru, pendakwah, pengasuh pesantren, dokter, nakes, aktivis, relawan kemanusiaan, dan seluruh elemen masyarakat yang wafat selama pandemi Covid-19, Semoga cobaan ini cepat berlalu. Mari sama-sama galang kekuatan lahiriyah dan batiniyah agar pandemi segera berakhir dengan pertolongan Allah" ajaknya.

Menag mengajak umat beragama untuk tidak mempertentangkan rasa takut kepada Tuhan dengan takut kepada penyakit. Sebab, keduanya tidak perlu dipertentangkan. Manusia diperintahkan untuk melakukan okhtiar terlebih dahulu baru bertawakkal.

"Sudut pandang keagamaan kita mengajarkan, takut kepada Allah dan takut kepada bahaya penyakit, tidak perlu dipertentangkan. Manusia diperintahkan untuk melakukan ikhtiar terlebih dahulu, lalu bertawakkal kepada Allah”.

Kegiatan Tahlil diawali dengan pembacaan tawashul oleh KH Syukron Makmun, sementara tahlil dipimpin KH Abdul Qodir Ahmad Sahal (Pengasuh Pesantren Salafiyah Pasuruan). Doa dibacakan oleh KH Anwar Manshur (PBNU), Ust H Agus Tri Sundani (PP Muhammadiyah), dan KH Abdullah Jaidi (MUI).