Riau (Inmas) - Kepala Kantor Wilayah
Kementerian Agama Prov. Riau Dr. H. Mahyudin, MA bersama Gubernur Riau H. Syamsuar, Asisten
III SeKda Prov. Riau Syahrial Abdi, dan
Karo Kesra Setda Prov. Riau H. Zulkifli Syukur mengikuti Tahlil Nasional Do'a untuk syuhada
yang wafat selama pandemi Covid 19 secara Virtual dari Kediaman Gubernur Riau,
Kamis malam (22/7/21). Kegiatan yang diikuti secara Nasional oleh Kemenag Se
Indonesia dan Gubernur tersebut berlangsung khitmad setelah pelaksaanan sholat
maghrib.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka
mendoakan para tokoh ulama, pengasuh pondok pesantren, tenaga pendidik, tenaga
kesehatan, penghulu, relawan dan seluruh anak bangsa yang telah syahid karena pandemi
covid – 29 serta sebagai salah satu ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT
agar pandemi segera berakhir.
Dalam pesannya Menteri Agama berharap peserta
Tahlil Nasional untuk mendoakan bangsa agar diberi kekuatan dan pandemi segera
berlalu. Kepada seluruh elemen masyarakat, Menag mengajak untuk memperkuat
solidaritas, kebersamaan, kegotongroyongan dan optimisme.
"Melalui acara ini, kita ingin mendoakan
ulama, guru, pendakwah, pengasuh pesantren, dokter, nakes, aktivis, relawan
kemanusiaan, dan seluruh elemen masyarakat yang wafat selama pandemi Covid-19, Semoga
cobaan ini cepat berlalu. Mari sama-sama galang kekuatan lahiriyah dan
batiniyah agar pandemi segera berakhir dengan pertolongan Allah" ajaknya.
Menag mengajak umat beragama untuk tidak
mempertentangkan rasa takut kepada Tuhan dengan takut kepada penyakit. Sebab,
keduanya tidak perlu dipertentangkan. Manusia diperintahkan untuk melakukan
okhtiar terlebih dahulu baru bertawakkal.
"Sudut pandang keagamaan kita mengajarkan,
takut kepada Allah dan takut kepada bahaya penyakit, tidak perlu
dipertentangkan. Manusia diperintahkan untuk melakukan ikhtiar terlebih dahulu,
lalu bertawakkal kepada Allah”.
Kegiatan Tahlil diawali dengan pembacaan
tawashul oleh KH Syukron Makmun, sementara tahlil dipimpin KH Abdul Qodir Ahmad
Sahal (Pengasuh Pesantren Salafiyah Pasuruan). Doa dibacakan oleh KH Anwar
Manshur (PBNU), Ust H Agus Tri Sundani (PP Muhammadiyah), dan KH Abdullah Jaidi
(MUI).