Ka Kanwil Kemenag dan Cabup Bahas Pembangunan Keagamaan di Siak
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Selasa (30/11) mendapat kunjungan calon bupati (cabup) Kabupaten Siak 2011, Drs H Syamsuar M Si. Kedatangan mantan Wakil Bupati Siak ini untuk membahas soal pembangunan keagamaan, kh...
Pekanbaru (Humas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Selasa (30/11) mendapat kunjungan calon bupati (cabup) Kabupaten Siak 2011, Drs H Syamsuar M Si. Kedatangan mantan Wakil Bupati Siak ini untuk membahas soal pembangunan keagamaan, khususnya pembangunan keagamaan yang saat ini belum berjalan maksimal, seperti pengelolaan islamic centre, pembangunan kantor KUA, kerukunan ummat beragama dan lain sebagainya.
"Saat saya menjabat sebagai Wakil Bupati Siak saya pernah memprogramkan pengembangan Islamic Centre secara mandiri dengan pengembangan menjadi asrama haji yang multy fungsi. Dimana kegiatan keagamaan dan pemerintah dapat dilaksanakan di asrama tersebut. Namun program itu saat ini terhenti, dan jika di ridhoi yang diatas saya ingin melanjutkan program tersebut," ungkap Syamsurius saat berdiskusi dengan Ka Kanwil dan Pembimas yang ada di Kemenag Riau.
Program prioritas yang juga ingin dikembangkan oleh pria yang pernah menjabat sebagai Pjs Bupati Kepulauan Meranti, akan memperjuangkan pembangunan pondok pesantren (Pontren) Cabang Gontor. Membangun kerukunan ummat beragama, dan menata sarana dan prasarana keagamaan, mulai dari agama Islam. Hindu, Budha, Kristen dan Katolik. Sehingga kerukunan antar ummat beragama di Siak dapat berjalan, dan antara muslim dan non muslim dapat duduk berdampingan.
Syamsurius mengungkapkan, pembangunan keagamaan yang sempat ia lakukan pada saat menjadi wakil bupati Siak adalah memperjuangkan intensif atau bantuanuntuk guru Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA). honor guru-guru pengajian tradisional, imam, gharim, uztad, di`i dan pengawas agama semua agama di Siak. Bahakan terkahir ia mengupayakan pembangunan Kantor Urusan Agama (KUA) dibeberapa Kecamatan di Siak.
"Untuk pembangunan keagamaan khususnya infrastruktur di Siak masih sangat minim dan masih btuh sentuhan pembangunan. Ini harus terus diupayakan, sehingga bisa melahirkan generasi yang memiliki akhlak yang baik. Karena semua agama mengajarkan tentang kebaikan," ucapnya.
Ka Kanwil Kemenag Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, mengakui pembangunan keagamaan di Siak masih memerlukan sentuhan tangan orang-orang yang memang sangat memperhatikan hal tersebut. Karena hal tersebut tidak bisa hanya mengandalkan Kemenag, tapi perlu didukung oleh Pemda dan masyarakat setempat. Siak termasuk daerah berkembang dalam berbagai aspek pembangunan, khususnya industri dan keagamaan yang heterogen. Untuk itu, pembangunan keagamaan menjadi central pengendali kehidupan rohani, sosial, budaya sehingga rasa aman tetap dapat dirasakan oleh masyarakat Siak.
"Saya akui Syamsuar yang pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Siak, memiliki etos kerja yang cukup baik, terbilang sangat cemerlang khususnya dalam pembangunan keagamaan. Untuk itu, apa yang dia sampaikan tentang pembangunan keagamaan kedepan sangat tepat dan perlu diimplementasikan untuk mencapai visi dan misi Siak maupun provinsi Riau sebagai pusat budaya melayu dengan masyarakat agamis," ungkap Asyari.
Situasi, kondisi, dan perkembangan dunia modern di era globalisasi menimbulkan permasalahan Agama saat ini cukup beragam,seperti rendahnya pengamalan ajaran agama, sehingga muncul gejala menurunnya akhlak mulia dan melemahnya sendi-sendi moralitas agama yang dapat dilihat dari meningkatnya kriminalitas, praktek perjudian, penyalahgunaan narkotika, dan obat terlarang. Memudarnya kerukunan hidup intern dan antar umat beragama. Pembangunan bidang keagamaan kurang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat. Terjadinya kesenjangan antara pesan-pesan dakwah yang disampaikan oleh tokoh-tokoh agama, ulama, kyai, ustadz, guru agama, da`i, dan muballigh, dengan realita hidup di tengah-tengah masyarakat.
"Dengan beragama permasalahan tersebut, perlu dilakukan pembangkitan kembali sekaligus langkah-langkah penyelamatan, pemulihan, pemantapan, dan pengembangan pembangunan dengan paradigma baru. Sehingga pembangunan yang sudah ada tidak mubadzir dan kekurangan dapat dibenahi. Syamsurius yang sudah menunjukkan kemampuannya sewaktu menjadi wakil bupati, tentu bisa melanjutkan ini," harapnya. (msd)