0 menit baca 0 %

Ka. Kanwil Kemenag Riau Ikuti Rakor Implementasi Penguatan Moderasi Beragama Tahun 2022

Ringkasan: Riau (Inmas) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau Dr. H. Mahyudin, MA di dampingi Kasubbag Ortala dan KUB Gana Radguna, S. Ag, MH mengikuti kegiatan Rakor Implementsi Penguatan Modersi Beragama Tahun 2022, Selasa (2/11/21) di ruang rapat Ka.

Riau (Inmas) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau Dr. H. Mahyudin, MA di dampingi Kasubbag Ortala dan KUB Gana Radguna, S. Ag, MH mengikuti kegiatan Rakor Implementsi Penguatan Modersi Beragama Tahun 2022, Selasa (2/11/21) di ruang rapat Ka. Kanwil Kemenag Riau.

Kegiatan yang dilaksanakan secara Virtual tersebut dibuka oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga diikuti Pejabat Eselon II, Pejabat III Kementerian Agama Pusat dan daerah.

Dalam sambutan dan arahannya Menteri Agama Aparatur Sipil Negara Kemenag harus mengimplementasikan Moderasi beragama dengan bersungguh - sungguh.

“Saya berpesan tentang tiga hal penting yang harus diperhatikan ASN Kemenag dalam implementasi MB. Pertama, ASN Kemenag harus bersungguh-sungguh mengikuti Master Training MB yang telah dirancang Pokja. Master Training MB akan digelar secara bergilir, mulai dari pejabat eselon I hingga ke bawah”.

Tujuannya, memberikan kecakapan MB dengan menggunakan berbagai pendekatan, system thinking, transformative leadership, hingga theory of changes.

Kedua, seluruh satker tidak membuat terjemahan sendiri-sendiri dalam implementasi MB. Tim Pokja MB yang dipimpin Sekjen Kemenag sudah bekerja keras menyiapkan konsepnya untuk dilatih dan diimplementasikan. Jadi tidak perlu membuat tafsir sendiri-sendiri.

Ketiga, sebagai leading sector dari seluruh kementerian, Moderasi Beragama harus menjadi cerminan ASN Kemenag dalam bersikap dan bertindak melayani masyarakat. Jangan bikin malu. Leading sector tapi perilakunya masih tidak moderat.

Saya masih menemukan atau menerima laporan di lapangan, masih ada ASN Kemenag yang sikapnya tidak moderat. Ini terlihat antara lain dari postingan di media sosial. Ada tim yang memantau dan melaporkan. Saya berharap setelah ini tidak ada lagi.

Kemenag harus dapat memberikan solusi terhadap berbagai persoalan keberagamaan yang terjadi di Indonesia.