0 menit baca 0 %

Ka.Kanwil Kemenag Riau Lakukan Pembinaan Pegawai Pelalawan

Ringkasan: Pelalawan (Humas) - Ka.Kanwil Kemenag Provinsi Riau taja pembinaan bagi pegawai Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan pada Rabu (20/2) bertempat di Aula Kantor Kemenag, Komplek perkantoran Pemda Pelalawan. Pembinaan tersebut ditaja oleh Ka.Kankemenag Kab.Pelalawan, Drs.H.Zulkifli, dan diikuti oleh s...
Pelalawan (Humas) - Ka.Kanwil Kemenag Provinsi Riau taja pembinaan bagi pegawai Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan pada Rabu (20/2) bertempat di Aula Kantor Kemenag, Komplek perkantoran Pemda Pelalawan. Pembinaan tersebut ditaja oleh Ka.Kankemenag Kab.Pelalawan, Drs.H.Zulkifli, dan diikuti oleh sekitar 150 orang pegawai terdiri dari pegawai dilingkungan kantor kemenag, kepala KUA dan penghulu se-Kabupaten serta kepala madrasah MI, MTs dan MA se Kab.Pelalawan. Dalam sambutannya, Ka.Kankemenag Pelalawan menyampaikan bahwa pembinaan seperti ini rutin dilakukan, bahkan pada tahun lalu pembinaan pegawai ini bekerjasama dengan PT.RAPP yang dilaksanakan di RAPP, para pegawai kita dididik dengan pola budaya kerja perusahaan yang menitik beratkan pada pemanfaatan waktu dan profesional dalam kerja, namun pada tahun ini dilaksanakan di kantor Kemenag Pelalawan yang dibina langsung oleh bapak Ka.Kanwil Kemenag Prov.Riau dengan tujuan agar kedepan kinerja pegawai Kemenag pelalawan dapat lebih ditingkatkan, bertanggung jawab dan sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga dapat memajukan pembangunan dibidang agama dan keagamaan. "Kondisi umum Kemenag Pelalawan pada saat ini telah memiliki 12 kecamatan dan baru 10 KUA yang devenitif dan 2 kecamatan lagi masih dalam proses yaitu KUA Kec.Bandar Petalangan dan KUA Bandar Sikijang dimana pengurusan KUA telah sampai pada tahap pusat akan tetapi posisi pengurusan masih berada di Bapenas dan Menpan. Kab. Pelalawan belum ada Madrasah Aliyah Negeri, tetapi wacana kedepan Bupati Pelalawan, H.M.Haris, akan membangun Madrasah Aliyah Negeri berlokasi di Islamic Centre Pelalawan yang perencanaan dan gambar telah disiapkan. Selain itu, Bupati Kab. Pelalawan memiliki rencana untuk membebaskan biaya pendidikan dari SD/MI s/d SMA/MA baik sekolah negeri maupun swasta termasuk lembaga pendidikan yang ada dibawah naungan Kementerian Agama, masalah biaya pengelolaan pendidikan tersebut akan dibantu Pemda sepenuhnya, bantuan untuk madrasah akan dilakukan melalui dana hibah dari Pemerintah Daerah Pelalawan," Pungkas Ka.Kankemenag. Dalam pembinaannya Ka.Kanwil menekankan pentingnya meluruskan niat dalam bekerja, maknailah motto ikhlas beramal dengan sesungguhnya, jika kita melakukan pekerjaan kita dengan ikhlas dan jujur maka Allah SWT akan memberikan balasan, ikhlas bukan berarti tidak dibayar akan tetapi ikhlas itu harus dibayar sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan dan bekerja tanpa ada tekanan dari pihak manapun, kalau berbicara ikhlas sering di konotasikan oleh masyarakat kita dengan tidak perlu adanya imbalan di dunia, pemahaman tersebut keliru, sehingga para guru mengaji dari zaman saya kecil dulu sampai sekarang hanya diberi upah alakadarnya, padahal yang mereka ajarkan adalah untuk keselamatan di dunia dan akhirat namun untuk membayar biaya les Bahasa Inggris, Matematika, Fisika dan ilmu dunia lainnya para orang tua mati2an mengusahakan biayanya padahal ilmu itu hanya untuk dunia saja bahkan belum tentu bisa membuahkan manfaat yang jelas, maka cara pandang seperti ini perlu kita luruskan. Ada tiga prinsip yang harus kita pegang dalam bekerja ini, pertama tingkatkan kemampuan dan kompetensi diri dalam bekerja, terutama para guru yang pada saat ini dituntut harus selalu memperbaharui ilmu yang akan diajarkan karena setiap waktu dan setiap saat perkembangan ilmu pendidikan itu sangat pesat, jangan sampai ketinggalan informasi dari para murid-muridnya, bagi para pegawai bekerjalah dengan cermat, taati aturan dan pelajari serta pahami aturan-aturan terbaru untuk memudahkan kita dalam bekerja serta meminimalisir kesalahan dalam bekerja. Kedua bekerjalah dengan ikhlas dan pahami makna kepangkatan seperti dalam kepangkatan pegawai itu kan mulai dari golongan II yang disebut pengatur, gol III penata dan gol IV pembina, semua penggelaran tersebut mempunyai makna yang harus diketahui agar tidak ada kekeliruan, tugas pengatur dikerjakan pengatur, tugas penata dikerjakan oleh penata dan tugas pembina dikerjakan oleh pembina bukan malah sebaliknya, agar kita sebagai PNS paham dalam bekerja. Ketiga janganlah selalu berprasangka buruk kepada siapapun, baik pimpinan kebawahan dan sebaliknya atau sesama rekan kerja karena prasangka tersebut merupakan sumber penyakit yang pada akhirnya akan menyiksa diri kita, prasangka itukan bisikan syetan yang senantiasa menimbulkan rasa curiga, tidak percaya sama orang lain dan penyakit hati lainnya, oleh sebab itu kami himbau kepada seluruh pegawai Kemenag yang hadir pada hari ini mari kita jaga stabilitas kerja dan ukhuwah Islamiyah sesama kita dan juga ukhuwah dengan orang-orang disekitar kita, mudah-mudahan kerja kita bisa dinilai ibadah oleh Allah SWT, amin ya Rabbal’alamin, tutup Ka.Kanwil(AZ)