0 menit baca 0 %

KA KANWIL KEMENAG RIAU NYATAKAN TAK ADA POTONGAN

Ringkasan: Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau, pada setiap tahunnya memberikan bantuan kepada Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah, baik yang negeri maupun yang swasta. Baik banatuan yang berasal dari DIPA Pusat maupun dari DIPA Daerah.
Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau, pada setiap tahunnya memberikan bantuan kepada Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah, baik yang negeri maupun yang swasta. Baik banatuan yang berasal dari DIPA Pusat maupun dari DIPA Daerah. Pada setiap bantuan tersebut, tidak dilakukan potongan berapapun oleh Kanwil Kemenag Riau. Demikian disamapaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs. H. Asyari Nur, SH. MM. dalam pengarahannya kepada 53 Kepala Madrasah Tsanawiyah Swasta di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Riau, pada hari Sabtu, 29 Mei 2010 bertempat di Aula Kanwil Kemenag Riau. Hadir dalam acara tersebut Kepala Bidang Mapenda Islam Drs. H. Edwar S, Umar, Kepala Seksi Sarana Drs. H. Efrion Efni dan sejumlah pejabat lainnya di lingkungan Kanwil Kemenag Riau. Asyari Nur yang juga Rois Syuriyah NU Provinsi Riau ini lebih lanjut menyatakan, bahwa bantuan ini adalah bersifat murni bantuan, artinya tidak ada potongan-potongan di dalamnya dan tidak ada pengkondisian-pengkondisian yang mengarah pada terjadinya tindak pidana KKN. Negara kita ini sudah melakukan reformasi dan perubahan dari segala bidang, untuk itu kitapun harus mereformasi dan merubah diri, sehingga terjadi perbaikan dari waktu ke waktu. Beberapa waktu yang lalu, ujar Asyari Nur yang juga Ketua Jamaah Thariqat Muktabarah Provinsi Riau ini menyatakan, ada segelintir oknum yang mengirim surat kepada madrasah-madrasah di Provinsi Riau, mereka mengatasnakan diri saya Asyari Nur/Kepala Kanwil Kemenag Riau, untuk mengirimkan sejumlah uang melalui rekening tertentu supaya mendapatkan bantuan. Saya ingin jelaskan bahwa hal ini tidak benar dan ini adalah penipuan. Hal ini juga telah saya laporkan kepada KAPOLDA Riau untuk dilakukan penyelidikan, sebab hal ini sangat meresahkan masyarakat. Saya juga heran, ujar Asyari Nur, modus operandi penipuan seperti ini sudah sering terjadi, namun aneh bin ajaib para Kepala Madrasah tetap mempercayainya, padahal Kepala Madrasah kita ini dari sisi pendidikan, rata-rata adalah S1, tetapi kok mudah ditipu. Demikian Asyari Nur, menjelaskan. (Ash).***