Ka Kanwil Tekankan Tiga Prioritas Pembangunan Keagamaan di Kampar
Ringkasan:
Kampar (Humas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Senin (27/12) dalam arahannya diacara Singkronisasi Program Pembangunan Bidang Keagamaan Kabupaten Kampar 2010 di Aula Bupati Kampar, menekankan tiga foktor utama pembangunan keagamaan...
Kampar (Humas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Senin (27/12) dalam arahannya diacara Singkronisasi Program Pembangunan Bidang Keagamaan Kabupaten Kampar 2010 di Aula Bupati Kampar, menekankan tiga foktor utama pembangunan keagamaan di Kabupaten Kampar. Pembangunan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Pembinaan Majelis Taklim dan Pengajian, dan pelestarian situs-situs keagamaan.
Menurut Asyari, ketiga faktor tersebut harus menjadi prioritas pembangunan pada tahun 2011 mendatang, karena ia melihat pembangunan keagamaan khususunya ketersediaan sarana pendidikan madrasa ibtidaiyah yang memadai belum maksimal. Dimana, hingga saat ini hanya terdapat satu buah MIN di Kabupaten yang terkenal dengan julukan Serambi Mekkah.
"Julukan Serambi Mekkah bagi Kabupaten Kampar ini karena Masyarakat Kampar khususnya etnis ocu mayoritas beragama Islam dengan pakaian sehari-hari adalah busana muslim. Namun pembangunan keagamaan khususnya sarana pendidikan MIN masih sangat minim. Untuk itulah, pemerintah daerah perlu melakukan upaya-upaya untuk pemenuhan kebutuhan akan MIN bagi masyarakat Kampar," ungkap Asyari dihadapan Bupati Kampar, Burhanuddin, dan ratusan peserta Singkronisasi Program Pembangunan Bidang Keagamaan Kabupaten Kampar tahun 2010 yang berasal dari Kepala KUA 21 Kecamatan, P3N, tokoh agama dan ormas Islam se Kabupaten Kampar.
Ia menambahkan, selain persoalan MIN, pembangunan keagamaan yang perlu ditekankan adalah pembinaan terhadap majelis taklim, majelis pengajian dan organisasi keagamaan yang cukup banyak di Kabupaten Kampar. Pelestarian situs-situs peninggalan sejarah yang mengandung nilai keagamaan yang cukup tinggi, seperti masjid dan tempat lainnya. Sehingga, nilai- nilai yang terkandung didalamnya tidak luntur oleh masa. "Sebagia upaya pembangunan keagamaan Kemenag di Kabupaten Kampar, pada tahun 2010 lalu kita sudah mengalokasikan anggaran Rp120 M untuk kegiatan ormas Islam, dan bantuan lainnya," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Kampar, Burhanuddin Husin MM, dalam sambutannya mengatakan, untuk pembangunan keagamaan di Kampar, Pemerintah Daerah (Pemda) sudah mengalokasi dana yang cukup besar untuk bantuan KUA dan Ormas, Insentif para guru madrasah dan kegiatan keagamaan lainnya.
"Bahkan kita telah menetapkan wajib adanya ijazah MDA bagi masyarakat muslim yang ingin melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi, yaitu Madrasah Ibtidaiyah atau SD. Untuk itu, semua pihak hendaknya memberikan dukungan terhadap pembangunan keagamaan di Kabupaten Kampar," harapnya. (msd)