Ka Kanwil: Waspadai Penipuan Mengatasnamakan Pejabat
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Akhir- akhir praktek penipuan mengatasnamakan pejabat atau instansi semakin marak di Pekanbaru. Kasus tersebut juga terjadi di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, dimana beberapa kali unsur pejabat di Kemenag Riau menerima telephon dari s...
Pekanbaru (Humas)- Akhir- akhir praktek penipuan mengatasnamakan pejabat atau instansi semakin marak di Pekanbaru. Kasus tersebut juga terjadi di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, dimana beberapa kali unsur pejabat di Kemenag Riau menerima telephon dari seseorang yang mengatasnamakan pejabat dan instansi lain yang mengiming- imingkan hadiah dan bantuan.
Untuk itu Ka Kanwil Kemenag Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Kamis (31/3) menghimbau kepada masyarakat khususnya pejabat di lingkungan Kemenag Riau untuk mewaspadai praktek penipuan yang sudah menteror para pejabat dibeberapa intasntasi di Riau.
Menurut Asyari Nur, praktek penipuan mengatasnamakan pejabat pemerintahan semakin marak terjadi. Tidak tanggung-tanggung, sipelaku berupaya menarik perhatian dengan menjanjikan pengaturan pertemuan.
"Kasus penipuan akhir- akhir ini semakin marak, bahkan itu juga menimpa saya beberapa hari lalu dengan mengatasnamakan pejabat tinggi di Riau yang meminta bantuan dan transfer uang. Setelah diadakan cek ricek ternya pejabat yang bersangkutan sama sekali tidak pernah melakukan hal demikian," ungkap ka kanwil memberikan contoh kasus yang menimpanya beberapa hari lalu.
Lebih lanjut Asyari mengatakan, ada beberapa kasus yang terjadi di lingkungan Kemenag Riau, seperti pemberian bantuan, pemberian penghargaan, pengankatan pegawai honorer dan sebagainya. Dengan syarat yang bersangkutan diminta untuk melengkapi administrasi termasuk menyetorkan uang sejumlah yang disebutkan.
"Selama ini bantuan dan kegiatan apapun namanya yang dilakukan oleh instansi selelu mengatasnamakan instansi atau lembaga, tidak berdasarkan perorangan ataupun individu. Kasus ini jelas- jelas sudah mengarah pada unsur penipuan, untuk itu jika ada informasi atau penelpon gelap yang mengaku pejabat ini itu, sebaiknya di konfirmasi terlebih dahulu ke intansi terkait, karena kita juga dalam memberikan bantuan selalu mengatasnamakan intansi atau lembaga," himbaunya. (msd)