0 menit baca 0 %

KA.KUA Inuman Menjadi Pembina Upacara pada Peringatan Hari Guru Nasional.

Ringkasan: Kuansing (Kemenag), Inuman 24 November 2025, -  Upacara peringatan Hari Guru Nasional di halaman MTSN 3 kuantan singingi, hari ini berlangsung khidmat dengan kehadiran Kepala Kantor Urusan Agama (KA.KUA) Inuman sebagai pembina upacara. Seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan mengikuti upacar...

Kuansing (Kemenag), Inuman 24 November 2025, -  Upacara peringatan Hari Guru Nasional di halaman MTSN 3 kuantan singingi, hari ini berlangsung khidmat dengan kehadiran Kepala Kantor Urusan Agama (KA.KUA) Inuman sebagai pembina upacara. Seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan mengikuti upacara dengan penuh antusias.

Dalam amanatnya, KA.KUA Inuman menyampaikan pesan menyentuh mengenai makna perjuangan dan keikhlasan seorang guru. Beliau membuka amanat dengan salam dan sapaan hangat kepada para peserta upacara.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 Anak-anak ku yang Bapak banggakan, hari ini adalah hari yang istimewa… bukan karena upacara, bukan karena seragam rapi, tapi karena hari ini kita berhenti sejenak untuk mengingat satu hal yang sering kita lupakan: betapa berharganya seorang guru dalam hidup kita.

Beliau mengingatkan para siswa bahwa setiap guru bukan hanya hadir untuk mengajar, tetapi juga menjadi sosok yang mendoakan, membimbing, dan menjadi pelita di tengah perjalanan mereka.

Setiap pagi kalian datang ke sekolah dengan berbagai cerita… dan di depan kelas selalu ada seorang guru yang menunggu. Mungkin mereka hanya berkata ‘Selamat pagi’, tapi di balik kata itu ada doa yang tak pernah kalian dengar, ujarnya.

KA.KUA juga menggambarkan sisi lain seorang guru yang jarang terlihat oleh siswa—kesabaran yang dijaga, kelelahan yang disembunyikan, serta harapan yang selalu mereka titipkan untuk masa depan anak didik mereka.

Guru bukan hanya orang yang berdiri di depan kelas. Mereka adalah orang yang rela menjadi pelita—meski dirinya perlahan habis terbakar—supaya jalan kalian tetap terang.

Beliau kemudian mengajak seluruh siswa untuk mulai lebih menghargai guru, menyapa, dan mendengarkan mereka dengan hati yang lebih lembut.

Karena suatu hari nanti, kalian akan rindu suara nasihat yang dulu kalian anggap mengganggu… kalian akan rindu kehadiran seseorang yang pernah percaya pada kalian bahkan ketika kalian sendiri tidak percaya pada diri kalian.

Di akhir amanatnya, KA.KUA Inuman mengajak semua peserta mengirimkan doa bagi para guru.

Pada Hari Guru ini, mari kita kirimkan doa untuk semua guru: guru yang mengajar dengan suara, guru yang mengajar dengan keteladanan, dan guru yang mengajar dengan cinta. Terima kasih para guru. Kami mungkin tidak selalu mengerti, tapi kami tahu… tanpa guru, kami bukan siapa-siapa.

Upacara ditutup dengan pemberian ucapan selamat Hari Guru kepada para pendidik serta sesi foto bersama sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas dedikasi mereka.(Fir NN)