Siak (Inmas)- Kamis (25/04/2024) Dalam rangka terus melakukan upaya penurunan stunting, Camat Kecamatan Koto Gasib lakukan rapat koordinasi bersama unsur pimpinan Kecamatan. Sementara itu bertindak sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Koto Gasib H. Zul Azmi, S.Ag turut memenuhi undangan rapat koordinasi dan pembahasan teknis percepatan penurunan angka stunting yang ada di Kecamatan Koto Gasib.
Rakor yang dipimpin langsung oleh Camat Koto Gasib Wendy, S.Sos., M.I.P juga dihadiri oleh Danramil, Kapolsek, Kepala Puskesmas, Kepala Kampung se Kecamatan Koto Gasib dan seluruh Penyuluh Agama, Penyuluh Kesehatan Kecamatan Koto Gasib serta pihak-pihak yang terhimpun dalam koordinator bidang Tim Percepatan Penuruan Stunting (TPPS) Kecamatan.
Pada kesempatan ini H. Zul Azmi, S.Ag menyampaikan dalam upaya percepatan penurunan stunting perlu akselerasi dan kerjasama multisektor yang efektif, efisien dan harmonis. Disinilah peran para penyuluh sebagai ujung tombak yang langsung bersentuhan dengan masyarakat sangat dibutuhkan, sehingga masyarakat bisa dicerdaskan tentang pencegahan pernikahan dini guna mengurangi angka stunting, memaksimalkan pola asuh anak dalam keluarga, dan memanfaatkan petunjuk bahan makanan sebagai bahan pangan sederhana dan murah sebagai salah satu upaya pencegahan stunting.
Lebih lanjut Zul Azmi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyuluh agama Islam, “saya ucapkan terimkasih atas kinerja penyuluh yang juga telah bergerak dalam percepatan penurunan stunting di Kecamatan Koto Gasib, diharapkan seluruh tim yang terhimpun dalam TPPS agar tetap berkomitmen dalam melakukan pendampingan di tengah-tengah masyarakat” tuturnya.
Adapun tujuan pertemuan yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat ini adalah untuk menguatkan sinergi tim percepatan penurunan stunting. Sejalan dengan harapan H. Zul Azmi, Camat Koto Gasib juga berharap semoga dengan adanya kegiatan ini semakin memupuk serta menguatkan semangat sebagai tim penurunan stunting sehingga bisa menurunkan stunting di kecamatan Koto Gasib sehingga bisa menghasilkan generasi muda yang sehat jasmani dan rohani serta bisa bermanfaat bagi masyarakat. (OP/Fz)