0 menit baca 0 %

Ka KUA Tambusai Isi Ceramah Nuzul Quran

Ringkasan: Rokan Hulu ( Inmas ) Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Tambusai ( H Rahmat Taufik, Lc.ME.Sy ) angkat tema Otak Atik Al Quran ketika mengisi ceramah malam Nuzul Quran di salah satu Masjid yang berada di Desa Muara Ngamu, Rabu (28/04).H Taufik mengungkapkan ada satu ungkapan kerisauan hati nabi muh...

Rokan Hulu ( Inmas ) – Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Tambusai ( H Rahmat Taufik, Lc.ME.Sy ) angkat tema “Otak Atik Al Quran” ketika mengisi ceramah malam Nuzul Quran di salah satu Masjid yang berada di Desa Muara Ngamu, Rabu (28/04).

H Taufik mengungkapkan ada satu ungkapan kerisauan hati nabi muhammad yang disebutkan dalam al Quran, Kekhawatiran tersebut dituangkan Allah dalam firmannya, sebagai bukti kecintaan nabi terhadap umatnya, agar umatnya dikemudian hari tidak terjerumus ke dalamnya sebagaimana yang termaktub dalam surat Al Furqon : 30 “Berkatalah Rasul: Wahai Rabbku sungguh kaumku telah menjadikan Al Qur’an ini “Mahjura” (sesuatu yang diabaikan )

 “ Perlu diingat, bahwa yang dikhawatirkan nabi bukan hanya mahjura dalam artian meninggalkan al Quran sebagai sumber hukum, tidak pandai membacanya, tidak mau mendengarkannya, dan tidak menjadikannya sebagai pedoman hidup. Tetapi mahjura bisa juga bermakna meninggalkan pemahaman ulama dalam mempelajari isi kandungan al Quran dan mengabaikan kaidah - kaidah tafsir yang sudah disepakati ulama dalam menafsirkan ayat ayat al Quran Serta tidak menggunakan metode ulama fiqih dalam menyimpulkan hukum dari ayat ayat  Al Quran, sehingga jauh dari pemahaman yang diinginkan Allah dan rasulnya” Jelas H Taufik dalam Tausiyahnya.

Beliau juga menjelaskan Akibat bila tidak mengikuti pemahaman, kaidah - kaidah tafsir dan metode istibat ulama dalam mendalami Al Quran. Maka akan melahirkan kelompok yang suka mengkafirkan umat islam,  aliran yang suka menyesatkan umat islam dan golongan yang hobi membid'ahkan amalan umat islam Karena mereka suka mengotak atik ayat Al Quran untuk membenarkan kelompoknya dan mendoktrin pengikutnya sehingga menjadi fanatik buta. 

Kegiatan nuzul quran yang dihadiri oleh jamaah masjid tersebut tetap berpedoman kepada protokol kesehatan.***(Tfk/Eel)