0 menit baca 0 %

Ka KUA Tambusai Sampaikan Kultum Subuh Tentang Bagaimana Cara Mencintai Nabi Muhammad

Ringkasan: Rokan Hulu ( Inmas ) Kepala Kantor Kementerian Agama Kecamatan Tambusai ( H Rahmat Taufik, Lc.ME.Sy) pada Kultum subuhnya yang ke 18 Ramadhan, Kamis (29/04) angkat tema Tentang Mencintai Nabi Muhammad Dengan Mudah Adapun langkah langkah yang disampaikanya adalah sebagai berikut : pertama yaitu menca...

Rokan Hulu ( Inmas ) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kecamatan Tambusai ( H Rahmat Taufik, Lc.ME.Sy) pada Kultum subuhnya yang ke 18 Ramadhan, Kamis (29/04) angkat tema Tentang “ Mencintai Nabi Muhammad Dengan Mudah”

Adapun langkah – langkah yang disampaikanya adalah sebagai berikut : pertama yaitu mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang nabi Muhammad SAW dan Bertanya kepada orang yang kita kenal, pemuka masyarakat dan ustadz ulama tentang kepribadian sang nabi. Kedua adalah dengan mendatangi majlis - majlis yang menceritakan tentang Sirah Nabi Muhammad SAW, majlis sholawat dan majlis peringatan maulid nabi Muhammad SAW. Langkah ketiga yaitu dengan membeli buku Sirah Nabawiyah mulai dari karangan ulama klasik sampai yang modern, dari berbagai sudut pandang ; kedokteran, ekonomi, politik, pemerintahan, kepemimpinan dan lain sebagainya. Selanjutnya yang keempat adalah menyambung silaturahmi dan bergaul dengan ulama yang menerapkan kepribadian nabi Muhammad SAW dalam kehidupannya sehari-hari, yang dapat kita ketahui dari hasil bacaan kita dari kitab Sirah Nabawiyah.

“ Ketika semua itu telah kita lakukan, maka kenallah kita akan Nabi Muhammad SAW dari seluruh kehidupannya, dengan pengenalan yang baik, timbullah rasa sayang, dan rasa sayang melahirkan rasa cinta. Dengan rasa cinta itu kita akan berusaha meniru yang kita cintai sedikit demi sedikit” Ungkap H. Taufik.

Selain itu, H Taufik juga menganjurkan kepada jamaah Jamik tersebut agar menjauhkan diri dari sifat fanatik buta, merasa paling benar, marasa paling baik, angkuh dan sombong kepada sesama muslim, karena semua sifat itu tidak ada pada kepribadian Nabi Muhammad SAW.

“ Jangan kita masuk dalam pepatah dari mulut harimau pindah ke mulut buaya. Dulu ahli maksiat Zahir, mencuri, narkoba, zina , minum khamar dan lain lain, setelah bertaubat, sekarang ahli maksiat bathin atau  merasa paling suci, baik dan paling benar. Maka, marilah kita Mencintai Nabi Muhammad SAW melahirkan cinta kepada Allah, makhluk dan alam semesta” Ujar Ka Kua tersebut menutup kultumnya.***(Tfk/Eel)