Rokan Hulu ( Inmas ) – Usai menikmati hidangan berbuka, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Tambusai sampaikan tausiah ramadhan di masjid Assalam Kota Tengah, sabtu (01/05). Dalam tausiahnya, H. Rahmat Taufik, Lc.ME.Sy mengangkat tema “Makmum Berkepala Keledai”
“ Kita berbaik sangka, bahwa ada sebagian makmum mendahului imam pada waktu sholat berjamaah bukan unsur sengaja, tetapi karena lupa dan belum sampai ilmu kepadanya dan kita tidak katakan pula, sholat berjamaah yang dilakukan selama ini tidak sah, karena lupa dan belum sampai ilmu tidak dihukumi disisi Allah Artinya sholatnya sah, tetapi nilai pahalanya berkurang” Jelasnya.
Dikatakannya bahwa ketika ilmu sudah sampai dan ada unsur sengaja untuk mendahului imam, maka akan mendapatkan ancaman sebagaimana disebutkan dalam hadits nabi : Dari Abu Hurairah -radhiyallohu ‘anhu- bahwasannya Nabi -shollallohu ‘alaihi wa sallam- bersabda: “Apakah orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam itu tidak takut bahwa Allah akan mengubah kepalanya menjadi kepala keledai atau menjadikan rupanya seperti rupa keledai. (HR Bukhari Muslim )
Dilanjutkannya, adapun diantara sifat keledai yang disebutkan Al Quran yaitu,
1. Dalam al Quran disebutkan suara yang paling jelek adalah suara keledai. maknanya orang yang selalu mendahului imam akan mempunyai lisan yang buruk, suka membicarakan orang lain, memburukkan orang lain, menfitnah orang lain, mengunjing dan mengadu domba orang lain.
2. Keledai suka memakan kotoran seperti babi dan anjing, maka inilah satu alasan kenapa keledai haram dimakan karena suka memakan kotoran. Maknanya, orang yang suka mendahului imam akan diberi sifat suka memakan yang haram, mengambil hak orang lain, menggunakan segala cara untuk menumpuk kekayaan.
3. Keledai hewan yang susah diatur, ketika dipecut dengan rotan atau kayu, sekali dua kali dia belum akan bergerak, sudah empat lima kali baru berjalan dengan malasnya. Maknanya orang yang suka mendahului imam akan diberi sifat susah diatur, suka membangkang, dan untuk hatinya untuk menyatu dengan jamaah yang lainnya suka melawan arus.
“ Dan ketika ada makmum mempunyai salah satu sifat diatas, kita tidak boleh serta merta menuduhnya, karena itu bukan akhlak seorang muslim, akhlak seorang muslim adalah berbaik sangka dan tidak pula kita mengintai makmum yang punya kebiasaan seperti itu dan mencocokkan dengan prilakunya, tetapi ilmu yang kita dapatkan untuk memperbaiki diri sendiri, bukan untuk diukurkan kepada orang lain” Jelasnya kepada para jamaah.
Sepanjang tausiyah di masjid As Assalam Kota Tengah tersebut tetap berpedomaan kepada prokes.***(Tfk/Eel)