0 menit baca 0 %

Ka. Subbag TU Kankemenag Inhu Buka IHT Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 1 Inhu

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) --- Senin, 21 Juli 2025, Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, Ehirdamri, secara resmi membuka kegiatan In House Training (IHT) bertajuk Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learnin...

Indragiri Hulu (Kemenag) --- Senin, 21 Juli 2025, Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu, Ehirdamri, secara resmi membuka kegiatan In House Training (IHT) bertajuk “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)” di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Indragiri Hulu. Kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi pendidik menjelang Tahun Pembelajaran 2025/2026 agar mampu menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih humanis, kontekstual, dan menyentuh sisi emosional siswa.

Pelatihan yang dilaksanakan di aula MAN 1 Inhu ini diikuti oleh 65 peserta yang terdiri dari guru-guru MAN 1 Inhu, dosen STAI Nurul Falah Air Molek, serta perwakilan Kelompok Kerja Madrasah (KKM) se-Kabupaten Indragiri Hulu. Narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Tiffani, Widyaiswara dari Loka Diklat Keagamaan Pekanbaru, yang hadir memberikan materi secara langsung.

Dalam sambutannya, Ehirdamri mengapresiasi langkah MAN 1 Inhu yang berinisiatif menyelenggarakan IHT berbasis inovasi pendidikan. Ia menekankan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bukan hanya sekadar pendekatan teoritis, tetapi merupakan refleksi dari nilai-nilai luhur pendidikan Islam yang mengedepankan kasih sayang, kedekatan emosional, dan pembentukan karakter. Ia berharap melalui pelatihan ini, guru-guru mampu menjadi pendidik yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Inhu dalam laporan kegiatan menyampaikan bahwa IHT ini merupakan bagian dari strategi madrasah dalam menyambut implementasi kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan zaman, sekaligus menyiapkan guru agar mampu menyelenggarakan pembelajaran yang bermakna dan mendalam (deep learning). Kurikulum Berbasis Cinta juga diyakini mampu membangun hubungan yang sehat antara guru dan siswa, serta mendorong lingkungan belajar yang inklusif dan menyenangkan.

Tiffani, dalam sesi materinya, mengajak peserta untuk mengeksplorasi strategi pembelajaran yang menumbuhkan empati, komunikasi dua arah, dan penilaian autentik. Ia juga mencontohkan praktik baik yang telah diterapkan di beberapa madrasah di wilayah Sumatera.

Kegiatan IHT ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari dan akan diisi dengan workshop, simulasi pembelajaran, serta penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis KBC. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir inovasi-inovasi pengajaran yang dapat diterapkan tidak hanya di MAN 1 Inhu, tetapi juga di madrasah lain di Kabupaten Indragiri Hulu.

(Reski)