Kuansing (Inmas) - Kabid
Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Kantor Wilayah Kementerian
Agama Prov. Riau Dr. H. Edwar S Umar, MPd membuka secara resmi Workshop
Peningkatan Mutu Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) di Lingkungan Kemenag
Kuansing, selasa 15 Februari 2022 di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten
Kuantan Singingi.
Â
tampak hadir pada
kegiatan tersebut Kepala Kantor Kemenag Kuansing Drs. H. Jisman, MA, Kasi
dan Penyelenggara serta Guru – guru MDTA di Lingkungan Kememang Kuansing.
Â
Dalam sambutannya
Jisman meminta kepada kapala dan guru MDTA non formal dilingkungan Kemenag
Kuansing, supaya memperbaiki sistem manajemen, organisasi, dan mutu, supaya
hak-hak kita dari APBN mudah diperbaiki.
Â
“saya berharap guru
formal maupun non formal untuk selalu memperbaiki sistem manajemen, organisasi,
dan mutu, karena semua itu berhubungan langsung dengan anggaran APBN. Meski
tidak banyak tetapi kita sudah ikut merealisasikan. Kita bersyukur Menteri
Agama dinobatkan paling sukses dalam merealisasikan anggaran di tahun 2021. Kemenag
RI mendapatkan rekor pertama realisasasi anggaran se-indonesia, tentu semua
tidak terlepas dari kerja bapak/ibu di daerah, guru formal maupun non formal”.
Â
Terakhir H. Jisman
menyampaikan, besar harapan negara kepada MDTA tersebut karena dapat
mengimbangi minimnya jam pendidikan agama di sekolah-sekolah, oleh karena itu
mari kita kelola lembaga tersebut dengan trasparan, mutu yang baik, supaya MDTA
selalu didukung oleh pemerintah pusat, pemda dan masyarakat.
Â
Sementara itu Kabid
Papkis menyampaikan, guru dan perangkat MDT agar memahami Moderasi beragama
dimana moderasi beragama tersebut menjauhkan diri dari kekerasan, egois
pimpinan pribadi maupun golongan, dan lebih mementingkan kebersamaan.
Â
“saya meminta kepada
semua untuk dapat memahamiarti moderasi beragama tersebut, karena semua itu
adalah pengorbanan dari para syuhada-syuhada kita, dan karakter jiwa prilaku
moderasi mesti kita kembangkan, karena moderasi itu berdiri tengah-tengah,
berfikir adil, menyikapkan berfikir teks dan konteks maksudnya adalah berfikir
teks berfikir hitam putih, berkifir konteks berfikir analisa smua itu harus
diseimbangkan dan berfikir adil.
Â
Terakhir Edwar berharap
kepada semua Kepala dan guru MDTA Lingkungan Kan.Kemenag Kuansing dapat
membentuk karakter anak didik disekolah diantaranya adalah Pendekatan Keimanan,
Pendekatan Pengamalan, Pendekatan Pembiasaan, Pendekatan Emosional, Pendekatan
Fungsional, Pendekatan Rasional, yang akhir akan menghasilkan Ketauladanan.(
Jml )Â
Â
edit : by. ana