0 menit baca 0 %

Kabid Papkis Buka Workshop Peningkatan Mutu MDT Kab. Kuansing

Ringkasan: Kuansing (Inmas) - Kabid Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau Dr. H. Edwar S Umar, MPd membuka secara resmi Workshop Peningkatan Mutu Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) di Lingkungan Kemenag Kuansing, selasa 15 Februari 2022 di Aula Kantor...

Kuansing (Inmas) - Kabid Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Riau Dr. H. Edwar S Umar, MPd membuka secara resmi Workshop Peningkatan Mutu Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) di Lingkungan Kemenag Kuansing, selasa 15 Februari 2022 di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi.

 

tampak hadir pada kegiatan tersebut Kepala Kantor Kemenag Kuansing Drs. H. Jisman, MA, Kasi dan Penyelenggara serta Guru – guru MDTA di Lingkungan Kememang Kuansing.

 

Dalam sambutannya Jisman meminta kepada kapala dan guru MDTA non formal dilingkungan Kemenag Kuansing, supaya memperbaiki sistem manajemen, organisasi, dan mutu, supaya hak-hak kita dari APBN mudah diperbaiki.

 

“saya berharap guru formal maupun non formal untuk selalu memperbaiki sistem manajemen, organisasi, dan mutu, karena semua itu berhubungan langsung dengan anggaran APBN. Meski tidak banyak tetapi kita sudah ikut merealisasikan. Kita bersyukur Menteri Agama dinobatkan paling sukses dalam merealisasikan anggaran di tahun 2021. Kemenag RI mendapatkan rekor pertama realisasasi anggaran se-indonesia, tentu semua tidak terlepas dari kerja bapak/ibu di daerah, guru formal maupun non formal”.

 

Terakhir H. Jisman menyampaikan, besar harapan negara kepada MDTA tersebut karena dapat mengimbangi minimnya jam pendidikan agama di sekolah-sekolah, oleh karena itu mari kita kelola lembaga tersebut dengan trasparan, mutu yang baik, supaya MDTA selalu didukung oleh pemerintah pusat, pemda dan masyarakat.

 

Sementara itu Kabid Papkis menyampaikan, guru dan perangkat MDT agar memahami Moderasi beragama dimana moderasi beragama tersebut menjauhkan diri dari kekerasan, egois pimpinan pribadi maupun golongan, dan lebih mementingkan kebersamaan.

 

“saya meminta kepada semua untuk dapat memahamiarti moderasi beragama tersebut, karena semua itu adalah pengorbanan dari para syuhada-syuhada kita, dan karakter jiwa prilaku moderasi mesti kita kembangkan, karena moderasi itu berdiri tengah-tengah, berfikir adil, menyikapkan berfikir teks dan konteks maksudnya adalah berfikir teks berfikir hitam putih, berkifir konteks berfikir analisa smua itu harus diseimbangkan dan berfikir adil.

 

Terakhir Edwar berharap kepada semua Kepala dan guru MDTA Lingkungan Kan.Kemenag Kuansing dapat membentuk karakter anak didik disekolah diantaranya adalah Pendekatan Keimanan, Pendekatan Pengamalan, Pendekatan Pembiasaan, Pendekatan Emosional, Pendekatan Fungsional, Pendekatan Rasional, yang akhir akan menghasilkan Ketauladanan.( Jml ) 

 

edit : by. ana

Â