Rokan Hilir (Kemenag) - Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, H. Jisman bersama Ketua Tim Kurikulum Bidang Pendidikan Madrasah Mukhtar Aspari meninjau secara langsung pelaksanaan Assasmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) 2025 di Madrasah Aliyah Negeri 1 Rokan Hilir, Selasa (05/08/2025).
Turut hadir mendampingi Kabid Penmad, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir H. Khairul, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah H. Hasbullah, Pengawas Madrasah Umi Kalsum, Kepala MAN 1 Rokan Hilir Hj. Maspura serta Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Nurmiwati.
Pelaksanaan ANBK ini dilaksanakan sesuai dengan jadwal gelombang pertama yang dimulai pada tanggal 4-5 Agustus 2025. Kegiatan ini dilaksanakan dalam 3 sesi setiap harinya, setiap sesi terdiri dari 15 peserta ditambah cadangan sebanyak 5 peserta, sehingga total peserta ANBK berjumlah 50 orang yang diikuti oleh siswa/siswi kelas XI.
Dalam arahannya, H. Jisman menekankan pentingnya kelengkapan dokumen pemantauan serta memberikan pembinaan terkait kebijakan kurikulum terbaru, termasuk KMA Nomor 450 tahun 2025 tentang Perubahan Kurikulum Pendidikan Madrasah.
"Semoga pelaksanaan ANBK di MAN 1 Rokan Hilir dapat berjalan lancar dan memberikan gambaran objektif terhadap kualitas pembelajaran," ucapnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Madrasah, Hj. Maspura yang mengapresiasi kinerja tim pelaksana serta semangat para siswa dalam mengikuti asesmen ini.
"Harapannya ANBK dapat berjalan tanpa kendala teknis dan semoga semua komputer berfungsi dengan baik didukung dengan jaringan internet yang tetap stabil selama pelaksanaan asesmen,” ujarnya.
Pada Tahun 2025 ini pelaksanaan ANBK MAN 1 Rokan Hilir diketuai oleh Nurmiwati selaku Wakil Bidang Kurikulum, Sekretaris Samudin, Bendahara Yanti, Proktor operator Khaidir, Teknisi Zakaria serta Pengawas Sopiyana dan Nurvila. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya evaluasi mutu pendidikan di MAN 1 Rokan Hilir dan diharapkan hasil asesmen ini dapat mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah.
Usai tinjau pelaksanaan ANBK H. Jisman dan rombongan menyempatkan diri bersilaturahmi dengan peserta workshop pengembangan profesional guru yang sedang berlangsung di hari ketiga. Kegiatan workshop ini mengangkat tema "Inovasi Metodologi Pembelajaran untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Madrasah.
Dalam kesempatan tersebut, H. Jisman menyampaikan adanya perubahan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) atau dikenal juga dengan Kurikulum Cinta merupakan inisiasi Kementerian Agama RI yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kasih sayang, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan dalam pendidikan.
"KBC tidak hanya menjadi konsep filosofis, tetapi juga kerangka pendidikan transformatif yang berfokus pada upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah anak, dan inklusif," tuturnya.
Lebih lanjut Ia mengatakan, Poin Penting dari Kurikulum Cinta adalah Pendekatan Berbasis Kasih Sayang, yakni menekankan pentingnya kasih sayang, empati, dan penghargaan dalam proses pembelajaran.
"Dengan adanya workshop ini menjadi udara segar yang dapat menginspirasi para guru untuk memberikan pembelajaran yang mendalam," pungkasnya. (Humas/Aminah)