Riau (humas)- KUA kecamatan adalah sebagai unit pelaksana teknis terdepan di Kemenag. Maka kita harapkan melalui FGD di Tahun 2020 ini, setiap kecamatan benar benar melaksanakan layanan bimbingan Islam secara prima dan optimal untuk masyarakat.
Disinilah pentingnya menyelenggarakan FGD terkait peningkatan mutu, sarana dan prasarana KUA yang di yang ditaja oleh Kasi Bina Lembaga KUA Kecamatan baru baru ini. Demikian diutarakan Kabid Urais Kanwil Kemenag Riau Drs H Afrialsah MPd kepada humas, Senin (26/10).
Kabid Urais menyimpulkan kegiatan FGD pada tanggal 24/10/2020 lalu di Hotel Japra tersebut bertujuan agar sarana/prasarana KUA yang diberikan Dirjen Bimas Islam anggaran tahun 2020 melalui SBSN, dapat diserap 100 persen dalam hal pembangunan KUA di 6 gedung balai nikah dan manasik haji.
Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau pada tahun ini mendapatkan beberapa proyek pembangunan dari Dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di enam titik, tuturnya.
Enam lokasi tersebut antara lain, Kabupaten Kuansing, Kabupaten Inhil (Tembilahan), Kota Pekanbaru, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Bengkalis, Rokan Hulu.
Sebagian besar proyek pembangunan dari dana SBSN tersebut, saat ini dalam proses pengerjaan. Pihaknya menyebut yang sudah tuntas dan siap 100 persen baru dua titik saja yakni di Kabupaten Inhil (Tembilahan) dan Kabupaten Kuansing. Sedangkan 4 titik lainnya masih dalam proses penyelesaian.
Dimana masing masing pengerjaannya sudah berada di 90 persen KUA Pekanbaru, 80 persen Kabupaten Meranti, dua Kabupaten lainnya Bengkalis dan Rohul masih 30 persen.
Kepada jajaran Kepala Seksi Bimas, ia mengajak untuk mempercepat penyelesaian gedung balai nikah tersebut.
Hal ini dalam upaya untuk menjaga agar pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan yang bersumber dari dana SBSN berjalan sesuai harapan.
"Kami meminta kerja sama seluruh pihak tak terkecuali para penyedia bahan dilapangan dan para tukang," harapnya.
Sebagaimana diketahui, sehubungan dengan pelaksanaan pembangunan balai nikah dan gedung manasik haji Kabid Urais mengakui ada beberapa kendala yang ditemui di lapangan.
Khususnya untuk KUA Kecamatan Rambah Kabupaten Rohul. Indikatornya disebabkan oleh keterlambatan pelaksanaan tender dan faktor alam karena seringnya hujan.
Sementara untuk di Kabupaten Bengkalis KUA Kecamatan Bukit Batu juga mengalami kendala. Karena pembangunan balai nikah dan gedung manasik haji tersebut berlokasi dipinggir laut.
"Jadi saat air pasang menyebabkan kesulitan saat proses pembangunan. Ditambah lagi dengan terlambatnya bahan bahan bangunan yang di drop ke lokasi pembangunan. Mengingat lokasi yang jauh dari pusat kota." Jelasnya.
Pihaknya menyebutkan beberapa solusi untuk mengatasi hal tersebut. Pertama, dengan membuat double shift tukang. "Tukang yang malam silahkan kerja malam, yang siang juga silahkan bekerja siang," ungkapnya.
Kedua, menginisiasi agar ada spesfikasi tukang dimasing masing bahan. "Untuk kayu khusus tukang kayu, yang batu spesial tukang batu, begitu seterusnya, karena para tukang ini tidak bisa digabungkan, karena masing masing beda teknis pengerjaannya," kata Kabid.
Ketiga, mempercepat material untuk di drop dan distok dilokasi.
Afrialsah mengatakan dengan adanya pembangunan ini akan banyak memberikan manfaat kepada masyarakat khususnya daerah yang mendapatkan alokasi anggaran SBSN tahun ini. Harapannya tentu saja pelaksanaan prosesi pernikahan dan kegiatan lainnya termasuk bimbingan manasik haji akan semakin representatif.
"Semuanya harus selesai sesuai jadwal dan akan dilakukan monitoring kembali setelah proyek selesai dibangun," terangnya. (vera)