0 menit baca 0 %

Kafilah Riau, Berjuang Tujuh Cabang Babak Final MTQN ke XXX

Ringkasan: Riau (Kemenag) Kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke 30 Provinsi Riau berhasil mengukir prestasi masuk ke babak final. Sebanyak tujuh cabang yang diperlombakan berdasarkan Keputusan Dewan Hakim, Kafilah Prov. Riau melaju ke babak final.  Alhamdulillah, tujuh cabang perlombaan pada MTQ...

Riau (Kemenag) – Kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke 30 Provinsi Riau berhasil mengukir prestasi masuk ke babak final. Sebanyak tujuh cabang yang diperlombakan berdasarkan Keputusan Dewan Hakim, Kafilah Prov. Riau melaju ke babak final. 

“Alhamdulillah, tujuh cabang perlombaan pada MTQ Nasional ke 30, kafilah Prov. Riau bisa sampai ke babak final. Ketujuh cabang tersebut adalah Tilawah Tuna Netra Putra Gusnanda, 1 Juz dan Tilawah Putra Muhammad Hanif Azza, 5 Juz dan Tilawah Putera Farhan Rahimuddin Munthe, 20 Juz Putra Bayu Wibisono Damanik, Hiasan Mushaf Putri Nesa Aqila, dan Digital Putri Nuria Hafazhah serta cabang Fahmil Putra”. Demikian disampaikan Ketua Umum Lembaga Pengembangan TIlawatil Quran (LPTQ) Prov. Riau Zulkifli Syukur, Minggu (15/9/24). 

Lebih lanjut Zulkifli menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berhasil membawa kafilah Prov. Riau sampai tahap tersebut.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih atas usaha, upaya baik peserta, pelatih, oficcia, dan masyarakat Prov. Riau atas dukungan, doa dan ikhtiarnya sampai membawa kafilah Riau masuk ke babak final. Kita belum tahu hasil akhirnya karena pemenang akan di umumkan di malam penutupan, yang kita tahu baru cabang fahmil quran putra, Riau berada di posisi ketiga setelah berjuang dengan Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan”. 

Terakhir, Zulkifli berharap “kedepan para peserta MTQ di Provinsi Riau akan kita lakukan pembinaan seawal mungkin, sehingga ketika even nasional diselenggarakan sudah siap untuk berjuang.  Terlebih saat ini LPTQ sudah memiliki gedung sendiri untuk dapat melakukan pembinaan kepada para Qori/qoriah tersebut”.