Kafilah Rohul Siap Ukir Prestasi Pada Aksioma Tk Prov Riau
Ringkasan:
ROKAN HULU (KEMENAG) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Rokan Hulu (Rohul) kirim 64 orang kafilah untuk mengikuti kegiatan Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) Tingkat Provinsi Riau Tahun 2013 yang akan dilaksanakan pada tanggal 11 s/d 14 September 2013 bertempat di Kota Pekanbaru.
ROKAN HULU (KEMENAG) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Rokan Hulu (Rohul) kirim 64 orang kafilah untuk mengikuti kegiatan Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) Tingkat Provinsi Riau Tahun 2013 yang akan dilaksanakan pada tanggal 11 s/d 14 September 2013 bertempat di Kota Pekanbaru. Dan untuk itu, kafilah Rohul siap mengukir dan meraih prestasi terbaik dalam ajang tersebut.
Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, ketika melepas 64 orang kafilah Kemenag Rohul untuk mengikuti kegiatan Aksioma Tingkat Provinsi Riau Tahun 2013, Rabu (11/9/2013) bertempat di Kantor Kemenag Rohul, Jalan Ikhlas Kompleks Perkantoran Pemerintah, Pasir Pengaraian.
Dikatakannya, bahwa peserta kafilah Rohul terdiri dari peserta dan pelatih/official. Peserta sebanyak 54 orang dan pelatih/official 10 orang. Cabang Aksioma yang akan diikuti adalah atletik 100 M dan 400 M Tingkat MI, MTs, MA sebanyak 10 orang. Cabang Bulutangkis MTs, MA sebanyak 16 orang. Cabang Tennis Meja MTs dan MA sebanyak 16 orang. Cabang MTQ tingkat MI, MTs sebanyak 4 orang. Cabang Pidato Bahasa Indonesia tingkat MI sebanyak 2 orang. Pidato Bahasa Arab tingkat MTs sebanyak 2 orang, Bahasa Inggris tingkat MA sebanyak 2 orang. Dan Cabang Kaligrafi sebanyak 2 orang.
Ahmad Supardi berpesan kepada seluruh peserta dan pelatih/official, agar bekerjasama dan berpartisipasi aktif dalam setiap pertandingan yang dilaksanakan, sebab kemenangan dan atau kekalahan seseorang, disebabkan dua faktor. Pertama faktor teknis dan kedua factor non teknis.
Faktor teknis, memang secara kemampuan dan keterampilan, seseorang berada satu tingkat di atas atau di bawah lawannya, sehingga seseorang menang atau kalah. Sedangkan faktor non teknis adalah menyangkut kesiapan mental bertanding bagi seseorang. Secara mental seseorang tersebut sangat siap atau tidak siap sama sekali untuk bertanding, sehingga dia menang atau kalah. Orang hebat tapi tidak siap mental, maka dia akan kalah, tegasnya.
Ahmad Supardi berharap, agar kegiatan Aksioma ini dapat dijadikan sebagai pembinaan mental, semangat berprestasi dan berlomba lomba untuk kebaikan, sehingga dapat meraih prestasi terbaik dalam kegiatan ini. “Saat ini dan bahkan di masa datang, eksistensi seseorang sangat ditentukan oleh prestasinya. Dan untuk itu dibayar oleh masyarakat dengan sangat mahal,†ingatnya.
Untuk itu, berangkatlah bertanding, baca basmalah, jaga kesehatan, dan serahkan diri kepada Allah SWT, raihlah prestasi terbaik di kala mudamu, sebab itu adalah motivator utama untuk menjalani masa depanmu, pinta Ahmad Supardi.***(Ash)