0 menit baca 0 %

"Kajian Fiqih Wanita Bakar Semangat Ibadah Siswi MAN 4 Kampar"

Ringkasan: Kampa ( Kemenag  ) Suasana religius terasa kental di Laboratorium IPA MAN 4 Kampar Plus Keterampilan pada Jumat (08/08/2025), saat puluhan siswi antusias mengikuti kegiatan Kajian Fiqih Wanita yang mengangkat tema menarik: "Masbuk Bukan Penghalang Pahala."Kajian yang menghadirkan Nur aini, S.H.I.,...

Kampa ( Kemenag  )— Suasana religius terasa kental di Laboratorium IPA MAN 4 Kampar Plus Keterampilan pada Jumat (08/08/2025), saat puluhan siswi antusias mengikuti kegiatan Kajian Fiqih Wanita yang mengangkat tema menarik: "Masbuk Bukan Penghalang Pahala."

Kajian yang menghadirkan Nur’aini, S.H.I., M.A. sebagai narasumber ini membahas secara mendalam seputar hukum dan tata cara menjadi makmum masbuk—jamaah yang datang terlambat saat salat. Tidak hanya teori, kegiatan ini dilanjutkan dengan praktik langsung salat Zuhur berjamaah, yang diimami oleh Nurhasni, S.Ag.

Dalam penyampaian materinya, Nur’aini menegaskan bahwa menjadi masbuk bukanlah alasan untuk merasa ibadah kurang sempurna, selama dilakukan dengan tata cara yang benar.

"Masbuk bukan berarti tertinggal pahala. Justru ini adalah kesempatan bagi kita untuk memperbaiki kedisiplinan dan memperdalam pemahaman tentang salat berjamaah,” jelasnya lugas.

Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala MAN 4 Kampar Plus Keterampilan, Arjuniwati, S.Pd., M.Pd., yang menilai kajian ini sebagai bagian penting dari pembinaan karakter siswi madrasah.

 “Fiqih Wanita menjadi bekal penting bagi siswa kami, terutama dalam memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai muslimah. Ini sejalan dengan visi kami sebagai Madrasah Rasa Pesantren: unggul, ramah, dan terintegrasi,” ungkapnya.

Rangkaian kajian rutin ini tidak hanya memperkaya ilmu keislaman siswi, tetapi juga memperkuat atmosfer spiritual di lingkungan madrasah. MAN 4 Kampar Plus Keterampilan terus berkomitmen mencetak generasi muda yang cerdas, berakhlak, dan berwawasan keagamaan yang kuat. (kj/fatmi)