0 menit baca 0 %

Kajian Kitab An-Nashoihud Diniyyah Hidupkan Semangat Keagamaan di Pematang Reba

Ringkasan: Indragiri Hulu (Kemenag) Dalam upaya memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat di tingkat majelis taklim, Penyuluh Agama Islam P3K Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Muhamad Solihin, memberikan penyuluhan dan bimbingan kepada jamaah Majelis Taklim Nurul Falah di Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Bar...

Indragiri Hulu (Kemenag) – Dalam upaya memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat di tingkat majelis taklim, Penyuluh Agama Islam P3K Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Muhamad Solihin, memberikan penyuluhan dan bimbingan kepada jamaah Majelis Taklim Nurul Falah di Kelurahan Pematang Reba, Kecamatan Rengat Barat, pada Sabtu (27/09/2025). Kegiatan ini berfokus pada kajian kitab An-Nashoihud Diniyyah wal Washoya Al-Imaniyyah karya Syaikh Habib Alwi, khususnya pembahasan halaman 122 tentang keutamaan Ayat Kursi dan dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah.

Dalam penyampaiannya, Muhamad Solihin menjelaskan bahwa ayat-ayat tersebut memiliki makna mendalam dan manfaat besar bagi umat Islam yang mengamalkannya.

“Ayat Kursi dan dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah bukan hanya bacaan untuk perlindungan diri, tetapi juga menjadi sumber ketenangan dan kekuatan iman ketika diamalkan dengan penuh keyakinan,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia juga menekankan pentingnya memahami makna dari setiap ayat yang dibaca, bukan sekadar melafalkan tanpa penghayatan. Menurutnya, penyuluhan semacam ini menjadi sarana efektif untuk membangun kesadaran spiritual masyarakat agar lebih dekat dengan Al-Qur’an dan menjadikan ajarannya sebagai pedoman hidup sehari-hari.

“Kita ingin majelis taklim tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga wadah pembinaan iman yang berkelanjutan,” tambahnya.

Salah satu peserta majelis taklim, Nurhayati, mengaku mendapatkan banyak pencerahan dari kegiatan ini.

“Selama ini kami sering membaca ayat kursi, tapi belum benar-benar memahami maknanya. Setelah dijelaskan, kami jadi lebih mengerti dan termotivasi untuk mengamalkannya setiap hari,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hulu terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembinaan keagamaan masyarakat. Penyuluhan berbasis kitab klasik seperti ini tidak hanya menjaga tradisi keilmuan Islam, tetapi juga menumbuhkan semangat religius yang berdampak positif pada ketenangan sosial dan kehidupan beragama di tengah masyarakat.

(Reski)