Kampar (Humas) - Mari kita Bumikan dan Memasyarakatkan Al-Qur'an Dibumi Kampar Serambi Mekkahnya Riau ini. Demikian salah satu poin yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar H Fuadi Ahmad SH MAB, dalam arahannya pada acara malam Penutupan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) ke-53 tahun 2024, hari rabu malam (06/03/2024) di Arena Utama MTQ Kecamatan Perhentian Raja.Â
Dalam arahannya Fuadi menyampaikan rasa bangga dan bahagia, atas terselenggaranya MTQ ke – 53 tingkat kab. Kampar di Kecamatan Perhentian Raja ini. Pelaksanaan Musabaqoh berjalan dengan lancar dan sukses mulai dari awal sampai akhir tanpa menemukan hambatan dan rintangan yang berarti. Namun di balik bangga ada tugas dan tanggung jawab yang harus menjadi perhatian kita bersama, yaitu membumikan al-qur’an di bumi serambi mekkah, meningkatkan kecintaan al-qur’an di dalam hati masyrakat. Dan meningkatkan pemahaman dan pengamalan isi kandungan al-qur’an di dalam kehidupan.Â
Kita berharap, setelah MTQ ini akan lahir generasi-generasi kampar yang cinta al-qur’an, paham al-qur’an dan mengamalkan al-qur’an. Kita berharap setelah ini bermunculan sentra pembinaan tilawatil qur’an yang menyebar di seluruh wilayah kabupaten kampar.
Selanjutnya saya ingin menyampaikan ucapan selamat kepada peserta yang berhasil keluar sebagai peserta terbaik. Pertahankan prestasi dan janganlah sampai membusungkan dada. Dan kepada peserta yang belum berhasil mencatatkan nama dan mengukir prestasi janganlah patah semangat. Karena esensi Musabaqah Tilawatil Qur’an sesungguhnya adalah menjalin silaturrahim di antara sesama hammalatul qur’an dan memupuk rasa cinta kepada al-qur’an, ungkap Fuadi.Â
Disamping itu saya juga berharap agar event dan momentum mtq ini, dapat dijadikan sebagai langkah dan solusi terbaik dalam upaya kita membebaskan kabupaten kampar dari buta aksara al-qur’an, membumikan dan memasyarakatkan al-qur’an, menghidupkan kalamullah di bumi serambi Mekkah yang kita cintai.Â
Kita patut bersyukur karena lahir dan besar di kabupaten kampar. Negeri yang dikenal sebagai negeri yang religius dan beradat. Tigo tungku sajorangan dan tali bapilin tigo adalah falsafah negeri yang menggambarkan kampar sebagai negeri beragama, beradat dan berbudaya. Tapi identitas dan jatidiri ini perlu kita buktikan bahwa ia betul-betul eksis dan wujud dalam kehidupan masyarakat kabupaten kampar. Lptq kabupaten perlu mengevaluasi kecamatan dan lembaga yang aktif mengadakan pembinaan tilawah al-qur’an. Guru-guru mengaji yang selama ini aktif mengirimkan peserta dalam perhelatan mtq perlu diapresiasi dan diberikan penghargaan. Sehingga pembinaan kembali betul-betul hidup.Â
Perlu kami sampaikan pada kesempatan ini, bagi qori-qori’ah, hafidz-hafidzah, mufassir-mufassirah, bahwasanya menjadi terbaik pada pelaksanaan mtq kali ini bukanlah mutlak menjadi utusan kafilah kab. Kampar pada mtq tingkat provinsi riau yang insya allah akan dilaksanakan di kota dumai pada tahun ini. Pada setiap cabang yang diperlombakan akan kita laksanakan pembinaan dan training centre, dan dalam pembinaan ini sinergi antara lptq, pemerintah daerah dan kementerian agama sangatlah diharapkan.Â
Terakhir, ribuan terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang ikut terlibat dalam mensukseskan mtq ini, dan kepada bapak bupati kita berharap kiranya berkenan memberikan pengarahan sekaligus menutup secara resmi mtq ke- 53 tingkat kabupaten kampar, pungkas Fuadi. (Ags/Ftm/Cca)Â