0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Bengkalis Hadiri dan Buka FGD Pengembangan Ide Bisnis Produk Lokal Berbasis Perikanan

Ringkasan: Bengkalis Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, Drs. H. Khaidir, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ide Bisnis Produk Lokal Berbasis Perikanan Menggunakan Framework Design Thinking. Kegiatan ini ditaja oleh Universitas Riau dan dilaksanakan...

Bengkalis – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, Drs. H. Khaidir, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Ide Bisnis Produk Lokal Berbasis Perikanan Menggunakan Framework Design Thinking. Kegiatan ini ditaja oleh Universitas Riau dan dilaksanakan di Pondok Pesantren Ikramul Qur’an Bengkalis, Kamis (28/08/2025).
FGD ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mendorong lahirnya ide-ide inovatif dalam pengembangan produk lokal berbasis potensi perikanan daerah, dengan pendekatan design thinking, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Pondok Pesantren Ikramul Qur’an Bengkalis, Zulfan Ikram, S.H.I., M.A., beserta jajaran pengurus pondok.
Dalam sambutannya, H. Khaidir menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara dan peserta FGD, khususnya santri dan civitas pesantren, yang ikut berperan aktif dalam upaya pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal.
“Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kita berharap lahir ide-ide kreatif dan inovatif yang mampu mengembangkan potensi perikanan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat,” ujar H. Khaidir.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa keterlibatan pesantren dalam pengembangan ekonomi umat merupakan salah satu bentuk implementasi nilai-nilai Islam yang mendorong kemandirian, kreativitas, serta kebermanfaatan bagi masyarakat luas.
FGD ini diikuti oleh pengasuh pesantren, akademisi, dan praktisi. Suasana berlangsung hangat dengan materi interaktif yang menggali berbagai peluang bisnis berbasis produk perikanan, mulai dari pengolahan, pemasaran, hingga pengemasan agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi antara pesantren, pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam membangun ekonomi lokal yang berdaya saing sekaligus selaras dengan prinsip-prinsip syariah.