Dumai (Inmas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Dumai, Drs. H. Syafwan memberikan kata sambutan sebelum pembukaan kegiatan Dialog Lintas Agama di Kota Dumai yang di selenggarakan oleh Subbag Ortala dan KUB Kanwil Kemenag Riau. Kamis (02/08/21) puku 10.00 WIB.
Acara yang berlangsung di Aula Pertemuan Kantor Kemenag Dumai itu mengangkat tema, “Perkokoh Persatuan, Rawat Kerukunan Menyongsong Tahun Tolerasi 2022.”
Ketua Panitia Lokal, Suripto menyampaikan, peserta yang mengikuti kegiatan berjumlah 35 orang yang terdiri dari unsur tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, pengurus FKUB, dan tokoh wanita, serta penyuluh agama.
Suripto juga mengatakan bahwa dialog lintas agama di Kota Dumai ini bertujuan memberikan pemahaman pemikiran kepada 35 peserta, bagaimana bangsa ini yang terdiri dari beragam agama bisa hidup rukun menciptakan persatuan dan kesatuan dan memperkuat persatuan kesatuan di Republik Indonesia.
“Dialog lintas agama ini kita selenggarakan di Kota Dumai. Sedangkan untuk peserta masing-masing 35 orang,” ungkapnya saat ditemui Humas Zulfahmi Arief, S.Sos di sela-sela kegiatan tersebut.
Sementara Kakan Kemenag Dumai, Drs. H. Syafwan dalam sambutan mengatakan, dialog lintas agama di Kota Dumai sangat penting dilakukan untuk merajut kerukunan beragama.
“Acara dialog ini sangat penting dilakukan karena tugas kita untuk merajut kerukunan beragama, khususnya di Kota Dumai. Momen silaturahmi antar umat beragama ini dapat di jadikan tonggak perekat persatuan dan kesatuan bangsa,” jelasnya.
Melalui forum dialog ini, sambungnya bukan mendialogkan agama, karena agama tidak bisa didialogkan. Yang didialogkan adalah bagaimana beragama dengan baik, orang beragama mampu menghormati agama orang lain dan menyepakati apa yang harus dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
“Agama pada hakekatnya pilihan keyakinan yang di berikan kepada setiap individu. Setiap ajaran agama tentu mengajarkan kebaikan, namun berbeda dalam pelaksanaan. Ajaran agama di harapkan mampu menyejukkan semua umatnya,” imbuhnya.
“Saya mengharapkan kepada seluruh tokoh agama yang berperan penting untuk bisa bersinergi dengan masyarakat, pemerintah dan antar tokoh agama lain, supaya bisa menjadi peredam jika terjadi konflik di tengah masyarakat,” pungkasnya mengakhiri sambutan pada kegiatan tersebut. (Arief)