Kakan Kemenag Inhil Besuk Jamaah Sakit di RS Haji Pondok Gede
Ringkasan:
Jakarta (Humas)- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bersama keluarga pasien, Rabu (22/12) akan menjenguk, Syarifuddin Bin Salman, jamaah haji asal Inhil yang tergabung dalam penerbangan kloter 13 BTH yang saat ini berada di Rumah Sakit (RS) Haji Pondok...
Jakarta (Humas)- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bersama keluarga pasien, Rabu (22/12) akan menjenguk, Syarifuddin Bin Salman, jamaah haji asal Inhil yang tergabung dalam penerbangan kloter 13 BTH yang saat ini berada di Rumah Sakit (RS) Haji Pondok Gede Jakarta. Kondisinya yang tidak memungkinakan, membuat Syarifuddin harus dirawat terlebih dahulu sebelum dipulangkan ke daerah asalnya.
"Hari ini saya beserta anak dan menantu pasien akan menjenguk beliau, mudah-mudahan dengan kedatangan kami dapat memberi motifasi dan kekuatan pada pasien sehingga cepat sembuh dan dapat kembali ke daerah asalnya Inhil," ungkap Kakan Kemenag Inhil, Drs H Abdul Aziz, MM, saat dihubungi melalui via selulernya.
Syarifuddin Bin Salman merupakan salah seorang jamaah haji Provinsi Riau yang tertunda kepulangnnya ke Tanah Air karena sejak dua minggu lalu terserang strok saat berada di Tanah Suci. Syarifuddin yang tergabung dalam kloter 13 BTH baru bisa dipulangkan bersama kloter 89 JKS pada 20 Desember 2010.
Informasi dari Kepala Bidang Penyelenggara Haji, Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Riau H. A. Jalaluddin, saat diberangkatkan dari tanah suci menuju Tanah Air kondisi Syarifuddin dan empa jamaah sakit lainnya yang berasal dari Kalimantan Barat dalam keadaan baring. Saat tiba di tanah air, jamaah yang sakit tersebut langsung dirujuk ke RS Haji Pondok Gede untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Ditambahkan Sekretaris PPIH Debarkasi Batam, H Erizal Abdullah, pemulangan jamaah yang sakit baru akan dilakukan setelah kondisi pasien memungkinkan. Terkait dengan biaya pemulangan jamaah yang sakit sepenuhnya akan ditanggung oleh PPIH pusat dalam hal ini Saudi Arabian Airline dengan catatan kondisi pasien memungkinkan. Karena jika pemulangan dengan kondisi berbaring akan memakan sit sebanyak 6 buah, sementara jika dalam keadaan duduk hanya satu sit saja. (msd/nik)