Tembilahan (Inmas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir, H Harun SAg MPd terharu dan merasakan kesedihan saat menjenguk langsung gadis belia bernama Siti Mardiah (11 tahun) yang sedang dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan, yang mana ananda tersebut merupakan korban dari musibah kecelakaan rambut terlilit AS pompong (perahu) Sabtu (8/5) lalu.
Kakan Kemenag Inhil hadir saat itu, didampingi Kasubbag Tata Usaha, Drs H Idrus MPdI, Kasi Penmad, Drs H Afrizal MM dan beberapa orang staf Kantor Kemenag Inhil untuk menjenguk langsung kondisi terkini Siti Mardiah, ia mengaku sangat sedih setelah mendengarkan kisah siapa sebenarnya sang Gadis belia tersebut dari Neneknya.
"Peristiwa yang dialami ananda Siti Mardiah tentu merupakan kesedihan mendalam bagi kita semua begitulah dahsyatnya ujian dari Allah yang mahakuasa," ungkapnya Selasa (11/5).
Tidak hanya itu, Kakan Kemenag Inhil, H Harun juga sempat teteskan air mata saat mengetahui bahwa Ibu ananda Siti Mardiah yang masih duduk di kelas 9 MTs telah lama berpulang ke Rahmatullah, belum lagi ketika mengetahui bahwa ayahnya sudah lama tidak bersamanya. Sebentar lagi Idul fitri sementara dia hanya dapat terbaring di rumah sakit. Neneknya menceritakan saat dia sadar dari oprasi dia menanyakan apa sudah di beli baju baru untuknya. Karena dia berangkat dari sungai rawa ke sungai piring dengan pompong itu untuk membeli baju baru.
"Kita berdo’a semoga ananda Siti Mardiah cepat disembuhkan Allah dan menjadi gadis yang tangguh dalam menggapai cita-citanya," UcapH Harun.
Usai menjenguk, Kakan kemenag Inhil, H Harun menitipkan Uang Tunai dan bingkisan diserahkan oleh Kasi Penmad Drs H Afrizal untuk meringankan biaya pengobatan kepada Neneknya yang sedang menjaga Siti Mardiah dirawat di ruangan bedah RSUD PH Tembilahan.
Bantuan tersebut berasal dari guru guru PNS dan Non PNS dari tingkat RA, MI, MTS, dan MA di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir. ***(Utar/Hd)