Pekanbaru (Inmas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir, H Harun SAg MPd duduk bersama Kakan Kemenag Kabupaten/Kota Se Riau turut menghadiri kegiatan Focus Group Discusion (FGD) persiapan tahun toleransi 2022 di Pekanbaru.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kakanwil Kemenag Riau, Dr Mahyudin MA dengan didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha Drs H Asmuni MA dan Kasubbag Ortala dan KUB Gana Raguna S Ag MH. Diikuti oleh 50 peserta terdiri dari POLDA Riau, KOREM 031 WB, PAKEM, Pejabat Kanwil Kemenag Riau, MUI Riau, Tokoh Perempuan, Kesbangpol, FKUB, LAM Riau, APRI Riau, Rumah Moderasi Beragama, Organisasi Kepemudaan, Ormas Keagamaan dan Media Masa.
Mahyudin dalam sambutan pengantar saat pembukaan mengatakan, hasil dari FGD Persiapan Tahun Toeransi akan menjadi tolak ukur dalam program Kemenag Riau yang akan dilaksanakan nantinya.
"Dengan kegiatan ini kita mendapatkan potret seperti apa kondisi di Riau terkait kerukunan beragama yang ada. Bahkan selanjutnya mendapatkan prototipe" katanya.
Upaya ini menurut Mahyudin lagi, dalam rangka persiapan menghadapi tahun toleransi di tahun 2022 yang akan dicanangkan oleh Presiden RI nantinya.
"Ada 8 Provinsi yang perlu intens persiapan tahun toleransi ini diantaranya adalah Jabar, NTB, Sulsel, Sulteng, DKI, Banten Sumbar dan Riau," tambahnya sembari menyebutkan Program kegiatan ini bernama Super Prioritas.
Disampaikan juga, dalam menghadapi persiapan tahun toleransi 2022 ini, kegiatan FGD ini merupakan kegiatan kedua yang sudah dilakukan Kakanwil Kemenag Riau. Dimana sebelumnya sudah melaksanakan kegiatan pemetaan terhadap penyuluh agama yang ada di Riau dengan jumlah 1.222 orang penyuluh.
"Ditargetkan pada bulan Desember ini, kegiatan-kegiatan menghadapi persiapan tahun toleransi ini sudah selesai. Sehingga Provinsi Riau sudah siap dalam Pencangan tahun toleransi 2022," tambahnya sembari mengatakan perlunya masukan-masukan ataupun kasus-kasus dan gambaran masalah keberagamaan yang ada dari para peserta yang ikut terutama yang ada di daerah masing-masing.
Sebagaimana yang dimaklumi, 8 daerah yang jadi sasaran persiapan tahun toleransi 2022 oleh pemerintah dengan indikator masalah toleransi, kesetaraan dan kerjasama yang "rendah". (mus/ana/anto/faj/Utar/Hd)
<!--[if gte mso 9]><xml>