0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Inhil Hadiri Langsung Merah Putih Talk Sesi 2#

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir, H. Harun S Ag M Pd menghadiri secara langsung kegiatan Pembinaan Pengawai dalam Rangka Cegah Tangkal Paham Intoleran dan Radikalisme di Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provi...

Pekanbaru (Inmas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Indragiri Hilir, H. Harun S Ag M Pd menghadiri secara langsung kegiatan Pembinaan Pengawai dalam Rangka Cegah Tangkal Paham Intoleran dan Radikalisme di Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau dan Organisasi Masyarakat terkait, yang diselenggarakan di Aula Lantai I Kanwil Kemenag Riau. 

Kegiatan Merah Putih Talk Sesi 2 ini, membahas tentang Bersih Bersih Faham Intoleransi dan Radikalisme yang ditaja oleh Kanwil Kemenag Riau bekerja sama dengan Polda Riau dan Anshor. Rabu (03/02/2021) pukul 10.00 WIB.

“Kita ingin terus menciptakan ekosistem yang baik, bagaimana sikap – sikap toleran yang dibesarkan dan sikap – sikap intoleran kita kecilkan. Karena ini modal untuk menjadi professional, hidup lebih maju dan bisa berkerjasama. Sikap intoleran membuat kita kemudian melakukan langkah – langkah, tindakan – tindakan yang mungkin menjadi penghambat bagi kemajuan, tentu menjadi hal yang harus kita minimaliskan,” ungkap Kapolda Riau  Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, S.H., S.I.K., M.Si pada kegiatan Merah Putih Talk Sesi 2#.

Lebih lanjut Kapolda Riau berpesan kepada seluruh ASN Kementerian Agama Provinsi Riau untuk tidak terlibat dan berafiliasi dengan dan/atau mendukung organisasi terlarang dan/atau organisasi kemasyarakatan yang dicabut status badan hukumnya sebagaimana tertuang didalam Surat Edaran Bersama Menpan RB dengan Kepala Badan Kepegawaian No. 02/2021 dan No. 2/SE/I/2021.

Selain Kapolda Riau, kegiatan yang bertemakan Bersih Bersih Faham Intoleran dan Radikalisme di Kalangan ASN Kanwil Kemenag Riau tersebut juga menghadirkan Staf Khusus Menteri Agama H. M. Nuruzzaman, M.Si dengan Moderator dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Dr. H. Mahyudin, MA.

Staf khusus Menteri Agama menyampaikan Program Strategis Kementerian Agama yang tertuang didalam RPJMA yang merupakan program utama pemerintahan Presiden yakni Revolusi Mental, Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstrimisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020-2024 (RAN PE) dan Moderasi Beragama. Kementerian agama memiliki program utama yakni Moderasi Beragama yang menjadi factor penting dalam upaya menanggulangi intoleransi dan radikalisme.

“Intoleran menganggap orang lain salah karena berbeda dengan dirinya baik itu suku, agama, ras, warna kulit dan lainnya. Orang yang intoleran akan mudah untuk melakukan tindakan radikal atau ekspresi dengan tindakannya,” jelasnya.

Terhadap akibat tersebut Kementerian Agama akan melakukan tindakan dengan moderasi beragama. Moderasi beragama adalah cara beragama dengan menggunakan jalan tengah atau whashatiyah, tidak memaksakan kehendak dan keinginan kepada orang lain yang berbeda dengan diri kita. Oleh karena itu ASN Kementerian Agama dituntut menjadi contoh kepada publik.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang, Pembimas, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, Ketua GP Anshor Provinsi Riau Purwaji, S. Sos, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, Ketua GP Anshor Kabupaten/Kota dan ASN Kementerian Agama Provinsi Riau dari 12 Titik Zoom Meeting serta ASN yang juga mengikuti melalui Chanel Youtube Kemenag Riau. ***(Utar/Ana/Eka/Anto/Faj/Mus)