Tembilahan (Kemenag) - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H. Harun, secara resmi membuka ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Kabupaten Inhil Tahun 2025. Acara pembukaan dilangsungkan di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Inhil pada Selasa (9/9/2025).
OMI kali ini diikuti oleh 1.342 peserta, yang berasal dari
berbagai tingkatan madrasah di Indragiri Hilir. Rincian peserta terdiri dari
478 siswa Madrasah Aliyah (MA), 522 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 342
siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Ketua Pelaksana OMI Tingkat Kab. Inhil Tahun 2025, H.
Bahruddin, dalam laporannya menyampaikan bahwa Olimpiade ini akan berlangsung
selama empat hari, mulai dari 9 hingga 12 September 2025.
"OMI Tahun 2025 ini digelar di 11 titik lokasi yang
tersebar di Kabupaten Inhil," ujar H. Bahruddin, yang juga menjabat
sebagai Kepala MIS Nurul Islam Belantaraya, Kecamatan Gaung.
Acara pembukaan yang diselenggarakan secara luring dan
daring, dengan sebagian peserta dan pembina mengikuti melalui Zoom Meeting,
turut dihadiri oleh berbagai pihak penting. Di antaranya, Kepala Seksi
Pendidikan Madrasah H. Zainal Abidin beserta staf, Kepala MTsN 2 Inhil Sri
Muliyati, dan para pengawas madrasah.
Dalam sambutannya, H. Zainal Abidin menekankan pentingnya
peran madrasah dalam mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi di bidang
akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.
"OMI ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah
untuk mengukur sejauh mana peserta didik kita menguasai ilmu pengetahuan dan
teknologi, sekaligus membentuk karakter yang kuat," ungkap H. Zainal
Abidin.
Sementara itu, Kakan Kemenag Inhil, H. Harun, memberikan
arahan sekaligus meresmikan pembukaan OMI. Beliau menyampaikan apresiasi atas
semangat para peserta dan panitia yang telah berupaya menyelenggarakan kegiatan
ini.
"Saya berharap, melalui OMI ini, kita dapat menemukan
bibit-bibit unggul yang tidak hanya cakap dalam ilmu sains dan matematika,
tetapi juga memiliki fondasi agama yang kuat," harap H. Harun. "Ini
adalah bukti nyata bahwa madrasah mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif
dan siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Semoga kita bisa melaju ke tingkat provinsi dan nasional."
Dengan dibukanya OMI secara resmi, seluruh peserta
diharapkan dapat berkompetisi secara sportif dan menjunjung tinggi nilai-nilai
kejujuran. (Ria)