0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Kampar Beri Tausiyah Ba’da Dzuhur

Ringkasan: Kampar (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA memberikan Tausiyah atau Kuliah tujuh menit (Kultum) hari pertama Ramadhan yakni hari rabu (10/07) di Musholla Miftahul ‘ilmi Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar.
Kampar (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar Drs H Fairus MA memberikan Tausiyah atau Kuliah tujuh menit (Kultum) hari pertama Ramadhan yakni hari rabu (10/07) di Musholla Miftahul ‘ilmi Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar. hadir pada Tausiyah tersebut Kepala Subbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar H Muhammad Hakam MAg, seluruh Kasi dan para staf dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar. Dalam Tausiyahnya Fairus mengatakan, bulan Ramadhan bak madrasatun mada al-hayah (madrasah sepanjang hayat) yang berkelanjutan mendidik dan mengedukasi generasi demi generasi setiap tahun. Ramadhan memuat makna-makna iman pada jiwa manusia, mengilhami mereka arti agama yang hanif, dan memantapkan kepribadian Muslim yang hakiki. Ramadhan merupakan sarana yang sangat efektif menghadirkan internalisasi nilai kebajikan guna menghadapi berbagai tantangan yang muncul di tengah masyarakat. Untuk itu, setiap Muslim hendaknya mengantisipasi kehadiran bulan bertaburan berkah ini dengan mempersiapkan diri, mengoptimalkan daya dan upaya meraih hari esok yang lebih baik (Al-Hasyr:18) Lebih lanjut Fairus mengatakan, bulan Ramadhan bila dimanfaatkan secara optimal oleh semua unsur, dapat menjadi ajang menumbuhkan empati dan kepedulian sosial, sehingga yang diutamakan bukan hitungan rasional-matematis saja, tetapi ikut ‘merasakan’ derita dan jeritan orang-orang Fakir dan miskin. Karena itu perlu bagi kita untuk kembali merenungkan ungkapan terakhir dari surat Al-Baqarah:183, bahwasanya yang mewajibkan puasa adalah la’allakum tattaqun yang hendaknya dimaknai agar dapat merealisasikan nilai-nilai muraqabatullah, ketaatan, dan kasih sayang secara terus-menerus, tidak hanya di saat bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan, sekali lagi, sebagai wahana memupuk solidaritas tinggi antarumat manusia yang disempurnakan pada akhir bulan dengan kewajiban membayar zakat fitrah sebagai manifestasi puncak solidaritas sosial tersebut. Sikap dan kepribadian positif, produktif, empatik, dan menghadirkan keputusan win-win solution adalah sosok pribadi yang lulus secara gemilang dari madrasah Ramadhan yang penuh solusi, tutup Fairus. (Ags)