0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Kampar Fuadi Ahmad Pimpin Langsung Rapat Bersama Bidang Musabaqah Untuk MTQ Ke-53 Tingkat Kabupaten Kampar

Ringkasan: Kampar (Humas) Musabaqah Tilawatil Qur an (MTQ) Ke-53 Tingkat Kabupaten Kampar sebentar lagi akan diselenggarakan. Untuk tahun ini, penyelenggaraan MTQ akan dipusatkan di Kecamatan Perhentian Raja, persisnya Desa Pantai Raja pada 29 Februari hingga 6 Maret 2024 mendatang.Bertempat di Aula Mini Kanto...

Kampar (Humas) – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-53 Tingkat Kabupaten Kampar sebentar lagi akan diselenggarakan. Untuk tahun ini, penyelenggaraan MTQ akan dipusatkan di Kecamatan Perhentian Raja, persisnya Desa Pantai Raja pada 29 Februari hingga 6 Maret 2024 mendatang.

Bertempat di Aula Mini Kantor Kemenag Kab.Kampar, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab.Kampar memimpin langsung rapat persiapan dengan panitia di bidang Musabaqah pada Senin (19/2/2024). Dengan didampingi oleh Kepala Seksi Bimas Islam H.Maswir, MA, rapat berlangsung selama lebih kurang 1 jam dengan jumlah peserta rapat yang hadir lebih kurang 30 orang.

Rapat kali ini membahas beberapa hal yakni diantaranya update status jumlah peserta yang telah mendaftar secara online di e-mtq meskipun waktu verifikasi masih berlangsung hingga tanggal 21 Februari 2024. “Sampai hari ini, alhamdulillah seluruh kecamatan yang ada di Kab.Kampar berjumlah 21 Kecamatan, semuanya tidak ada yang kosong untuk mendaftar MTQ tahun ini” info Maswir.

Selanjutnya tentang pendaftaran secara faktual di lapangan insya allah akan dilaksanakan pada tanggal 27-28 Februari 2024. Fuadi sangat berharap seluruh panitia stand by di hari tersebut dan juga menginstruksikan untuk segera survey lapangan sebelum pendaftaran dilakukan.

“Kepada para Koordinator tiap-tiap cabang diharapkan untuk tanggap terhadap keperluan dan kebutuhan masing-masing cabangnya. Jika ada yang dirasa perlu dan tidak ada di lokasi, hubungi pihak yang mengatur bagian-bagian tersebut. Apakah kelengkapan meja, kursi, ATK, dan lain-lain” ungkap Fuadi.

Kementerian Agama dalam penyelenggaraan MTQ ini diibaratkan Fuadi seperti software. Bidang musabaqah inilah nyawa dari perhelatan, inti dari rangkaian kegiatan, dan tentu menjadi sorotan banyak pihak selama MTQ berlangsung karena panitia musabaqah lah yang selalu berada di tempat lokasi selama perlombaan. Oleh karena itu sangat diperlukan kerjasama, tenaga, waktu, bahkan pemikiran-pemikiran yang dianggap perlu untuk bisa meminimalisir permasalahan-permasalah yang terjadi di lapangan nantinya.

Tak lupa Fuadi juga menekankan untuk mengedepankan komunikasi dan koordinasi selama MTQ berlangsung. “Koordinasi ini mudah untuk diucapkan, tapi sulit untuk dilakukan dengan baik. Evaluasi-evaluasi selama ini selalu memiliki kendala di bidang komunikasi ini. Diharapkan kepada seluruh panitia untuk cepat tanggap menyikapi hal tersebut” jelas Fuadi.

Terakhir, rapat ditutup dengan tanya jawab dari para panitia perihal teknis keberangkatan, lokasi penginapan panitia, kesiapan peralatan-peralatan, pengumpulan dan pembagian data peserta ke masing-masing koordinator cabang, hingga koordinasi dengan pihak Kesra Setda Kampar. (Cicy/Fatmi/Agus)