0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Kampar Launching Didikan Subuh MDTA se-Kab.Kampar di Desa Pandau Jaya

Ringkasan: Kampar (Kemenag) Kecamatan Siak Hulu tepatnya di Desa Pandau Jaya, menjadi titik lokasi utama untuk launching didikan subuh MDTA se-Kabupaten Kampar. Adalah Masjid Ittihadul Ummah, tempat berhimpun seluruh santri-santri MDTA di sekitar Kec.Siak Hulu dalam rangka menghadiri launching tersebut.

Kampar (Kemenag) – Kecamatan Siak Hulu tepatnya di Desa Pandau Jaya, menjadi titik lokasi utama untuk launching didikan subuh MDTA se-Kabupaten Kampar. Adalah Masjid Ittihadul Ummah, tempat berhimpun seluruh santri-santri MDTA di sekitar Kec.Siak Hulu dalam rangka menghadiri launching tersebut. Launching dilakukan pada subuh Ahad (10/08/2025).

Kepala Kantor Kemenag Kampar H. Fuadi Ahmad, SH, MAB, membuka secara langsung peresmian didikan subuh MDTA se-Kab.Kampar ini. Didampingi dan dihadiri langsung oleh Kasubbag TU, Kepala Seksi, Kepala-Kepala KUA, FKDT dan MK2MDT Kecamatan se-Kab.Kampar, dan tentu saja puluhan santri-santri MDTA yang ada di Kec.Siak Hulu.

“Kepada santri-santri sekalian, semoga didikan subuh ini menjadi pembangkit semangat agar pembiasaan-pembiasaan baik sejak dini sudah dilatih dari kini. Dan kepada para pengurus masjid, wali santri serta masyarakat, mari sama-sama kita ramaikan masjid dengan riuh suara anak-anak kita. Mereka lah yang akan menjadi generasi penerus kita,” ujar Fuadi.

Selanjutnya, Kepala Seksi PD Pontren H. Maswir, MA juga menyatakan hal yang sama. Gerakan Didikan Subuh adalah tempat praktek secara langsung untuk para santri MDTA melakukan kegiatan ibadahnya. Seperti hafalan, tata cara sholat, dan sejenisnya. Di akhir sambutannya, Maswir mengajak anak-anak MDTA di dalam Masjid Ittihadul Ummah untuk melantunkan doa khatam Al-Qur’an.

Doa khatam Al-Quran yang dilantunkan ini bertujuan untuk memohon rahmat Allah melalui Al-Quran, menjadikannya sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat, serta memohon agar diingatkan dari hal-hal yang terlupakan, diajarkan hal yang belum diketahui, dan diberikan kemudahan untuk membacanya sepanjang waktu. 

Riuh suara dari santri MDTA menggema di Masjid tersebut. Menandakan bahwa euphoria mereka menyambut dan mengisi kegaitan di masjid dengan didikan subuh sangat menggugah terlihat. Semoga pembiasaan-pembiasaan ini akan menjadi bekal yang sangat baik untuk kebutuhan spiritual keagamaan santri-santri MDTA.

(Cicy)