Kakan Kemenag Lantik Pengurus IGRA Rohul
Ringkasan:
Rokan Hulu (Humas)- Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, melantik Pengurus Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Rokan Hulu Masa Bakti 2012-2017 bertempat di aula Kantor Kemenag Rohul, Jalan Ikhlas Kompoleks Perkantoran Pemerintah, Pasir Pengaraian, Rabu (27/2/2013).
Rokan Hulu (Humas)- Kakan Kemenag Rohul, Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, melantik Pengurus Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Rokan Hulu Masa Bakti 2012-2017 bertempat di aula Kantor Kemenag Rohul, Jalan Ikhlas Kompoleks Perkantoran Pemerintah, Pasir Pengaraian, Rabu (27/2/2013).
Pelantikan Pengurus IGRA tersebut besempena dengan pelaksanaan Pendidikan dan Latihan (DIKLAT) Peningkatan Mutu bagi Guru Raudhatul Athfal se Rohul, yang diikuti sebanyak 116 orang Guru RA, dari 28 RA se Rohul.
Hadir dalam acara pelantikan tersebut Ketua IGRA Provinsi Riau Setiawaty S Sos, Dra Yelvi Elizar yang juga Ketua IGRA Kab Pelalawan, Pengurus IGRA Kab Rohul, dan guru-guru RA se Rohul.
Pengurus IGRA yang dilantik tersebut adalah Ketua Siti Rohmah, Wakil Ketua Misni A.Ma SPd, Sekterais Sri Rahayu Pane, Bendahar Wahyu Surdaningsih, Kabid Pendidikan Tertalina, Kabid Litbang Siti Nurhayati, Kabid Organisasi Sukarsih, Kabid Dana, Usaha dan Sosial Nur Ainun, dan pengurus lengkap lainnya.
Kakan Kemenag Rohul dalam sambutan pengarahannya menyatakan rasa kegembiraannya atas pelantikan Pengurus IGRA ini, apalagi ini adalah yang pertama kali dilantik. Kakan berharap agar pengurus IGRA ini dapat menjadi mitra kerja yang akan bersinergi dengan Kemenag Rohul, dalam meningkatkan kualitas pendidikan RA atau anak usia dini di Rohul.
Ahmad Supardi Hasibuan lebih lanjut menyatakan, persoalan yang kita hadapi dalam dunia pendidikan Raudhatul Athfal di Rohul adalah lembaganya masih kurang sebab baru ada 28 RA se Rohul, padahal dibutuhkan sekitar 100 RA se Rohul. Guru RA yang tersedia baru 116 orang, yang PNS baru 6 orang, sedangkan 110 lainnya adalah Non PNS.
Ditambahkannya, dari sisi pendidikan juga lemah, sebab 98 orang diantaranya berpendidikan SMA, 9 orang D2, 2 orang D3, dan 7 orang S1. Diharapkan mereka ini berpendidikan S1 sehingga dapat disertifikasi dan ditingkatkan kesejahteraannya.
Ketua IGRA Provinsi Riau Setiawaty S Sos, menyatakan bahwa guru RA memiliki peran yang strategis dalam membina anak-anak sejak dini, sebab pendidikan anak sudah harus dimulai sejak anak-anak. Untuk kitu, kualitas guru RA dan perhatian yang terus menerus mutlak diperlukan.***(Ash).