Pelalawan (Inmas)- Kakan Kemenag Pelalawan, Drs. H. Jisman, MA, secara resmi membuka Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Angkatan 1 di Loka Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Pekanbaru. Acara tersebut berlangsung mulai tanggal 27 Maret hingga 1 April 2024 di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan, tepatnya di Pangkalan Kerinci. Pelatihan ini dihadiri oleh sejumlah guru dan tenaga pendidik dari berbagai sekolah dan lembaga keagamaan di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Drs. H. Jisman, MA, menggarisbawahi pentingnya penelitian tindakan kelas sebagai metode yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan di tingkat lokal. Beliau menekankan bahwa melalui PTK, para guru dapat secara sistematis mengidentifikasi permasalahan dalam pembelajaran serta merumuskan solusi yang tepat dan berkelanjutan.
Peserta pelatihan diberikan pemahaman mendalam tentang konsep dan langkah-langkah pelaksanaan PTK. Materi pelatihan meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi, dan tindakan lanjutan. Selain itu, mereka juga dibekali dengan keterampilan dalam menerapkan metode penelitian kualitatif maupun kuantitatif dalam konteks pendidikan keagamaan.
Selama pelatihan, para peserta memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dan bertukar pengalaman dengan sesama guru dan tenaga pendidik. Diskusi kelompok dan simulasi penelitian tindakan kelas menjadi bagian integral dari kegiatan tersebut. Hal ini bertujuan untuk memperkaya pemahaman mereka tentang berbagai tantangan dan solusi yang mungkin dihadapi dalam konteks pendidikan keagamaan di masyarakat.
Pada akhir acara, Drs. H. Jisman, MA, menyampaikan harapannya agar para peserta dapat mengimplementasikan hasil pelatihan ini secara optimal di lapangan. Beliau juga mengajak mereka untuk terus melakukan inovasi dan peningkatan diri dalam rangka memberikan kontribusi positif bagi pembangunan pendidikan keagamaan di Kabupaten Pelalawan.
Dengan berakhirnya Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas Angkatan 1 ini, diharapkan akan muncul sejumlah inisiatif dan program pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, diharapkan pula adanya peningkatan kualitas pendidikan keagamaan yang dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sosial dan spiritual masyarakat setempat.
#inmaskemenagpelalawan