0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohul : 4 Isu Penting Yang Harus Dicermati Umat Islam

Ringkasan: ROKAN HULU (KEMENAG) Ada 4 isu penting yang harus dicermati umat islam terkait dengan pembinaan dan peningkatan kualitas kehidupan beragama. Pertama, masalah kepenghuluan dan pembinaan keluarga sakinah. Kedua, masalah kemakmuran masjid. Ketiga, masalah makanan halal yang dikonsumsi sehari-hari umat...
ROKAN HULU (KEMENAG) Ada 4 isu penting yang harus dicermati umat islam terkait dengan pembinaan dan peningkatan kualitas kehidupan beragama. Pertama, masalah kepenghuluan dan pembinaan keluarga sakinah. Kedua, masalah kemakmuran masjid. Ketiga, masalah makanan halal yang dikonsumsi sehari-hari umat Islam. Keempat, masalah arah qiblat yang terkadang kurang pas sesuai perkembangan ilmu modern. Demikian disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kab Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, ketika membuka dan memberikan pengarahan pada Orientasi Pembinaan Umat dan Pembinaan Syari’ah di lingkungan Kemenag Rohul, Selasa (10/9/2013) bertempat di hotel Gelora Bakti, Pasir Pengaraian. Pembinaan tersebut diikuti sebanyak 40 orang peserta yang terdiri dari Pejabat Urusan Agama Islam Kemenag Rohul, Kepala KUA se Rohul, para Penghulu/P3N, Pengurus/Imam Masjid, para Khalifah/Mursyid, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ulama/muballigh/ustadz. Ahmad Supardi menyatakan bahwa masalah kepenghuluan dan keluarga sakinah harus menjadi perhatian penting bagi pejabat Kemenag dan tokoh agama Islam, sebab masalah keluarga adalah masalah inti suatu masayarakat dan bahkan suatu bangsa. Jika keluarga baik maka dapat dipastikan bahwa suatu masyarakat atau suatu bangsa akan baik. Sebaliknya, jika keluarga rusak maka rusak pulalah masyarakat atau bangsa. Ahmad Supardi juga menyoroti tentang masalah kemasjidan. Menurutnya semangat umat Islam membangun masjid tidak berbanding lurus dengan semangat umat untuk memakmurkan masjid itu sendiri. Padahal masjid adalah tempat umat melaksanakan ibadah dan zikir kepada Allah SWT, serta tempat pembinaan dan pemberdayaan umat islam. Tentara Islam saja dibina dan digerakkan dari masjid, tegasnya. Masalah yang tidak kalah penting adalah soal makanan, dimana saat ini banyak produk makanan yang diproduksi orang lain yang nota bene tidak beragama Islam, tetapi produknya dikonsumsi umat islam, padahal label halalnya tidak ada. Bahkan tayangan televisi menyatakan, bahwa banyak makanan yang terkontaminasi dengan lemak babi, tentu hal ini akan berpengaruh negative bagi umat Islam, tegas Ahmad Supardi. Ahamd Supardi juga menyoroti tentang arah qiblat bagi setiap masjid yang ada. Memang pada masa dahulu arah qiblat telah diukur sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan saat itu. Namun saat ini telah ada alat yang canggih. Untuk itu, setiap pendirian rumah ibadah umat islam agar meminta bantuan kepada Kepala KUA Kecamatan untuk diukur arah qiblatnya, sebab di setiap KUA telah disiapkan alat untuk itu.***(Ash)