0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohul : Bayar Zakat Menambah Harta

Ringkasan: ROKAN HULU (HUMAS) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA menyatakan bahwa membayar zakat pada hakikatnya adalah menambah banyaknya harta yang dimiliki, bukan sebaliknya mengurangi harta. Hal ini sebagaimana dijanjikan Allah SWT dalam Alqur’an : “Per...
ROKAN HULU (HUMAS) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA menyatakan bahwa membayar zakat pada hakikatnya adalah menambah banyaknya harta yang dimiliki, bukan sebaliknya mengurangi harta. Hal ini sebagaimana dijanjikan Allah SWT dalam Alqur’an : “Perumpamaan orang yang membelanjakan hartanya di jalan Allah adalah seperti menanam satu biji dan menumbuhkan satu pohon. Pohon tersebut memiliki 7 cabang, masing-masing cabang menghasilkan 100 biji.†Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan pada tausiyah Ramadhan dalam rangka Safari Ramadhan Pemerintah Kab Rohul di Masjid Besar At-Thoyyibah Desa Rambah Samo Barat Kecamatan Rambah Samo, Kamis (9/8/2012). Safari Ramadhan tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Rohul Ir H Hafith Syukri MM, dan dihadiri Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Muspida, Sekda Ir H Damri, para Asisten, Staf Ahli, Kepala Dinas/Badan/Kantor, Ketua MUI Rohul Drs H Hasbi Abduh MA, Ketua BAZ Rohul Ir H Samrikardo MM, cerdik pandai, tokoh agama, tokoh adat, dan umat Islam Rambah Samo. Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA dalam tausiyahnya lebih lanjut menyatakan, membayar zakat pada zhahirnya adalah memberikan sebahagian harta kita yang adalah hasil keringat diri kita sendiri kepada orang lain dan itu berarti bahwa harta kita akan berkurang. Padahal sesungguhnya Kalau kita sadar , membayar zakat pada hakikatnya adalah menambah harta kita, memperbanyak harta kita, menambah kesuburan pertanian kita dan sekaligus menambah berkah dari harta kita itu sendiri, jelas Ahmad Supardi Hasibuan. Untuk itu Ahmad Supardi Hasibuan berharap agar sikap kikir, bakhil dan tidak mau membagi harta kepada orang lain, yang selama ini melekat pada diri kita, agar dirubah menjadi punya perhatian kepada orang lain. Kita harus sadar sesadar-sadarnya bahwa di dalam harta kita terdapat hak bagi orang lain. Ahmad Supardi lebih lanjut menjelaskan bahwa ada satu kebiasaan kita, bahwa ketika kita mau member sesuatu kepada orang lain, lalu kita buka dompet, maka akan kita pilih yang paling kecil nilainya. Dari yang paling kecil nilainya itupun dipilih yang paling lusuh, dan bila perlu dipilih yang sudah koyak. Kebiasaan ini perlu dirubah dan dijadikan ketika memberi pada orang lain, dengan memberikan yang paling besar nilainya, bukankah kita dianjurkan Nabi Muhammad SAW untuk memberikan yang paling kita cintai kepada orang lain ? jelas Ahmad Supardi Hasibuan sambil menutup ceramahnya. (Ash).