0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohul Buka Manasik Haji Kepenuhan Hulu

Ringkasan: Rokan Hulu (Humas)- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu (Kakan Kemenag Rohul) Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, membuka secara resmi pelaksanaan Diklat Manasik Haji Kecamatan Kepenuhan Hulu, Kamis (30/5/2013) bertempat di Masjid Raya Pekan Tebih Kec Kepenuhan Hulu.
Rokan Hulu (Humas)- Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu (Kakan Kemenag Rohul) Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, membuka secara resmi pelaksanaan Diklat Manasik Haji Kecamatan Kepenuhan Hulu, Kamis (30/5/2013) bertempat di Masjid Raya Pekan Tebih Kec Kepenuhan Hulu. Hadir dalam acara tersebut Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, Kepala KUA Kepenuhan Hulu Mulyadi SAg, Pengurus IPHI Kec Kepenuhan Hulu, Alim Ulama, Cerdik Pandai, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Khalifah, Mursyid, Pengurus/Imam Masjid, para JCH Kepenuhan Hulu, dan umat Islam lainnya. Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA menyatakan bahwa Ibadah Haji adalah ibadah yang kewajibannya hanya sekali seumur hidup, sedangkan pelaksanaan haji kedua, ketiga, dan seterusnya adalah bersifat sunat. Untuk itu kepada seluruh JCH Kepenuhan Hulu, diharapkan agar dapat melaksanakan ibadah haji dengan sebaik-baiknya sesuai syarat dan rukunnya, sehingga memperoleh haji mabrur. Haji Mabrur sesuai hadits Nabi Muhammad SAW, tidak ada balasannya kecuali syurga. Menurut Ahmad Supardi, salah satu prasyarat untuk mendapatkan haji mabrur adalah dengan menguasai ilmu manasik haji, sebab dengan ilmu inilah akan dapat melaksanakan Ibadah haji sesuai hukum Islam. Menguasai ilmu manasik haji dengan belajar ilmu manasik, hukumnya adalah wajib, sebab sesuai dengan teori ushul fiqh yang menyatakan bahwa : Suatu kewajiban yang tidak dapat dilaksanakan kecuali dengan adanya sesuatu, maka mendapatkan sesuatu itu hukumnya adalah wajib, tegas Kakan. Kakan Kemenag menghimbau kepada seluruh JCH yang mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah haji tahun ini, untuk bersyukur kepada Allah SWT, sebab dari 240 juta penduduk Indonesia, kita mendapatkan kesempatan dan terpilih untuk dapat menunaikan haji tahun ini. Menunaikan ibadah haji bukan hanya sekedar hasil usaha, tetapi yang lebih penting adalah nikmat, rahmat, dan pertolongan dari Allah SWT, sebab banyak orang kaya, uangnya melimpah, kekayaannya melebihi dari orang pada umumnya, namun mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji.***(Ash).