Kakan Kemenag Rohul Ceramah Perdana Ramadhan di Masjid Agung
Ringkasan:
ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasaibuan MA, isi ceramah perdana santapan rohani Ramadhan 1434 H/2013 M di Masjid Agung Madani Islamic Centre Pasir Pengaraian, Selasa malam (9/7/2013) antara pelaksanaan sholat Isya berjamaah dengan sholat Tarwih berjamaah.
ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasaibuan MA, isi ceramah perdana santapan rohani Ramadhan 1434 H/2013 M di Masjid Agung Madani Islamic Centre Pasir Pengaraian, Selasa malam (9/7/2013) antara pelaksanaan sholat Isya berjamaah dengan sholat Tarwih berjamaah.
Hadir dalam jamaah masjid agung tersebut adalah Bupati Rohul Drs H Achmad MSi, Sekretaris Daerah Rohul Ir H Damri, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Setda, Kepala Badan/Dinas/Kantor dan pejabat lainnya di lingkungan Pemkab Rohul, dan ratusan umat Islam lainnya, yang berasal dari Pasir Pengaraian dan sekitarnya.
Sholat Tarwih yang dilaksanakan di Masjid Agung ini adalah 20 rokaat dan ditambah dengan sholat Witir 3 rokaat, jumlah 23 rokaat. Hal ini berbeda dengan masjid lainnya, yang hanya menggunakan 11 rokaat. Di Masjid Agung ini ayat yang dibaca juga cukup panjang, yaitu satu halaman setiap rokaat, atau satu juz setiap malam. Dengan demikian akan khatam Alqur’an selama Ramadhan ini, tegas Ahmad Supardi.
Kakan Kemenag Rohul Dalam ceramah Ramadhannya, menyatakan bahwa perintah ibadah puasa Ramadhan hanyalah diperintahkan secara khusus bagi orang-orang yang beriman. Hal ini berarti bahwa perintah ini bersifat khusus sebab hanya ditujukan kepada orang-orang khusus.
Namun demikian, ibadah yang diperintahkan adalah ibadah universal dan termasuk kuno, sebab ibadah puasa ini telah dilaksanakan oleh umat-umat sebelum Muhammad SAW. Ibadah ini juga telah dilaksanakan masyarakat Mesir Kuno, Yunani Kuno, dan bahkan oleh Jawa Kuno.
Ibadah puasa, bukan hanya dilaksanakan oleh masyarakat yang menganut agama samawi seperti Islam, Nasrani, Yahudi, tetapi juga dilaksanakan oleh penganut agama duniawi seperti Hindu, Budha, Konghucu, dan lain sebagainya. Ibadah ini bahkan juga dilaksanakan oleh binatang seperti ulat, ketika ulat harus berubah jadi kepompong dan selanjutnya menjadi kufu-kufu.
Menurut Ahmad Supardi, ibadah puasa akan menjadikan orang yang mengerjakannya menjadi insane muttaqien atau taqwa, sebuah derajat tertinggi di sisi Allah SWT. Ketinggian derajat seseorang sangat ditentukan oleh tingkat kualitas ketaqwaannya kepada Allah SWT, tegas Ahmad Supardi.***(Ash)