0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohul : Haji Dari Kesatuan Ibadah Menuju Kesatuan Umat

Ringkasan: Normal 0 false false false EN-US X-NONE AR-SA /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:“Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”“; mso-padding-alt:0in 5.4pt...

ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, menyatakan bahwa ibadah haji tergolong dalam kategori unik, sebab biayanya mahal, namun sangat diminati oleh umat manusia, khususnya umat islam. Makanya jangan heran, jika ada yang baru pulang haji berkeinginan lagi pergi menunaikan ibadah haji, bahkan ada yang tiga atau empat kali pergi haji,  padahal kewajibannya hanya sekali seumur hidup.

Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibaun MA, menanggapi pertanyaan wartawan tentang kesemarakan dan meningkatnya animo masyarakat untuk menunaikan ibadah haji, di kantornya jalan Ikhlas Kompelks Perkantoran Pemerintah, Pasir Pengaraian, Jum’at (11/10/2013). 

Untuk memperkuat argumentasinya, Ahmad Supardi mengutip pendapat Profesor Dr. Ali Syariati, seorang pemikir Islam kontemporer dan termasuk salah seorang tokoh revolusi Islam Iran, menyatakan bahwa ibadah haji  adalah ibadah yang sangat penting dan berpengaruh dalam membentuk kepribadian seorang muslim sebab ibadah haji memberikan motivasi kepada nasion muslim, dan yang membuat warganya sadar, merdeka, terhormat dan memiliki tanggungjawab sosial dalam masyarakatnya.

Ahmad Supardi lebih lanjut menyatakan, Ibadah haji sesungguhnya mengungkapkan inti ajaran islam, tauhidul Ibadah dan Tauhidul Ummah, mempersatukan pengabdian dan   mempersatukan   ummat. Bayangkan   setiap  hari  jutaan   ummat manusia beribadah dengan cara yang sama, di tanah yang sama, dan membaca bacaan yang sama pula.

Dan bahkan ketika Saudara-saufdara kita wukuf di Arofah, kitapun wukuf dengan melaksanakan puasa Arofah. Ketika mereka menggemakan takbir di Bukit Mina, di sini kita gemakan takbir yang sama. Dari kesatuan ibadah inilah maka lahirlah kesatuan ummah, tegas Ahmad Supardi.

Makna hakiki dari ibadah haji akan lebih terasa, ketika melaksanakan ibadah qurban, sesudah selesai melaksanakan Sholat Idul Adha, yaitu dengan penyembelihan hewan, berupa UNta, sapi, lembu atau kambing.

Disyari’atkan qurban ini tidak hanya pada Nabi Muhammad SAW saja, akan tetapi telah disyari’atkan sejak Nabi Adam as. dan Nabi Ibrahim as. Ummat Muhammad pun mendapat perintah untuk berqurban, sebagaimana firman Allah :  “Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak kepadamu. Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berqurbanlah”.(Q.S. Al-Kautsar : 1-2).***(Ash)