Kakan Kemenag Rohul Kunker ke Ponpes Al-Kahfi
Ringkasan:
ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, lakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Kafhi Tangun Kec Bangun Purba, Minggu (7/7/2013) bertempat di kompleks Ponpes Al-Kahfi Tangun, sehubungan dengan penerimaan santri baru tahun ajaran 2013/2014, y...
ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, lakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Kafhi Tangun Kec Bangun Purba, Minggu (7/7/2013) bertempat di kompleks Ponpes Al-Kahfi Tangun, sehubungan dengan penerimaan santri baru tahun ajaran 2013/2014, yang dibuka sebulan yang lalu dan berakhir tanggal 7 JUli 2013.
Kakan Kemenag bertemu langsung dengan pimpinan Ponpes Al-Kahfi H Rasmin Lubis Lc yang tinggal di kompleks Ponpes, bersama dengan para ustaz/ah, pengasuh ponpes, penanggungjawab asrama putra/putri, staf tata usaha yang saat itu sedang bertugas menerima pendaftaran santri baru.
Hari itu Minggu tanggal 7 Juli 2013, suasana di Ponpes Al-Kahfi cukup sibuk, karena pada saat itu berlangsung pendaftaran ulang 72 orang santri baru, yang didampingi oleh orang tua masing-masing, termasuk kesibukan masuk asrama, dengan membawa segala perbekalannya, seperti tikar, bantal, pakaian, dan bahkan ada yang membawa kasur dari rumah.
Dalam kunkernya di Ponpes Al-Kahfi, Ahmad Supardi Hasibuan menyatakan bahwa saat ini masyarakat sangat antusias dan animonya meningkat untuk menyekolahkan anaknya di Ponpes dan madrasah. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya penerimaan santri baru pada setiap Ponpes dan atau madrasah.
Ahmad Supardi menyatakan bahwa Ponpes dan atau madrasah adalah basis utama kaderisasi dan pembibitan ulama, yang akan memberikan pencerahan kepada masyarakat, sehingga umat selamat dunia dan akhirat.
Dikatakannya, bahwa saat ini terjadi kelangkaan ulama pada setiap lapisan masyarakat, sebagai akibat dari Ponpes selaku produsen utama dan terbesar melahirkan ulama, tidak dapat melaksanakan tugasnya secara maksimal. Jika hal ini dibiarkan maka pada satu ketika nanti akan terjadi kelangkaan ulama dan ulama menjadi barang antik yang sulit ditemukan.
Jika hal ini dibiarkan terjadi, maka umat akan mengalami kerugian besar, sebab tidak ada yang akan mengontrol dan memberikan amar ma’ruf nahi munkar, penunjuk jalan ke jalan yang lurus dan benar, serta sebagai pemberi pencerahan dan pemberi jalan keluar dikala umat dalam kebingungan dan kesulitan, tegas Ahmad Supardi.
Untuk itu menurut Ahmad Supardi, Ponpes harus berbenah diri, mengevaluasi system pendidikan yang diterapkan di dalamnya, menyiapkan sarana prasarana yang memadai dan meningkatkan kualitas para ustaz/ah yang akan mendidik para santri, sehingga dapat melahirkan out put (alumni) yang berkualitas pula.***(Ash)