0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohul : Laksanakan Manasik Haji dan Raih Manafi’nya

Ringkasan: ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasaiabuan MA, mengharapkan kepada seluruh Jamaah Calon Haji (JCH) Kab Rohul, yang berjumlah sebanyak 210 orang, dan akan berangkat ke tanah suci via bandara Hang Nadim Batam, pada tanggal 21 September 2013 yang akan datang, agar benar-ben...
ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasaiabuan MA, mengharapkan kepada seluruh Jamaah Calon Haji (JCH) Kab Rohul, yang berjumlah sebanyak 210 orang, dan akan berangkat ke tanah suci via bandara Hang Nadim Batam, pada tanggal 21 September 2013 yang akan datang, agar benar-benar melaksanakan manasik haji (tata cara menunaikan ibadah haji) dan meraih Manafi’nya (manfaat dari menunaikan ibadah haji). Dikatakannya, secara teoritis antara manasik haji dengan manafi’ haji adalah sejalan, sebab dengan manasik yang baik dan benar akan menghasilkan manfaat yang benar pula bagi pelakunya. Setiap ritual manasik haji, apabila dihayati dengan baik dan khusuk, maka akan menghasilkan manfaat besar bagi diri pelakukanya. Jika terjadi ketidak sinkronan antara manasik haji dengan manafi’nya, atau tidak ada pengaruh antara manasik dengan manafi’nya, dan bahkan bertolak belakang sama sekali antara manasik dan manafi’nya, maka hal ini perlu dipertanyakan pada diri masing-masing JCH, jangan-jangan manasiknya tidak benar, tegas Ahmad Supardi. Untuk itu, Ahmad Supardi berpesan kepada seluruh JCH, agar dapat mendalami dan menghayati ritual manasik haji itu, sebab dengan pendalaman dan penghayatan akan terjadi resapan dalam diri, kepribadian menjadi utuh dan tidak terbelah. Ahmad Supardi mencontohkan tentang manasik dan manafi’ haji sebagai berikut : ibadah Sa’i yaitu berlari-lari kecil dari Bukit Shofa ke Bukit Marwah sebanyak 7 kali adalah manasik haji. Sedangkan manafi’nya adalah timbulnya sikap optimisme dalam menjalani hidup, tidak boleh putus asa atas rahmat Allah, dan hidup adalah perjuangan sebagaimana berjuangnya Hajar untuk mendapatkan seteguk air bagi anaknya Ismail. Melontar Jumroh adalah manasik haji, yaitu melempar Jumroh dengan kerikil yang dipungut di Muzdalifah. Manafi’nya adalah setiap saat kita harus mempersiap diri untuk menghadapi musuh utama umat manusia, yaitu Syaithan laknatullah. Setiap saat pula kita harus memburu, mengusir, dan memeranginya, sampai dia tidak berdaya dan tidak bisa memperdaya diri kita, papar Ahmad Supardi. Wukuf adalah manasik haji, sedangkan manafi’nya adalah setiap hari harus menyiapkan diri walau sejenak untuk berzikir kepada Allah Robbul Izzati, merenung ciptaan Allah berupa alam semesta, mengevaluasi diri atas kinerja masa lalu, dan memprogramkan masa depan yang lebih gemilang, tegas Ahmad Supardi.***(Ash)