0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohul : Membaca Perintah Pertama Allah

Ringkasan: ROKAN HULU (HUMAS) Kepala Kantor Kemneterian Agama Kabupaten Rokan Hulu Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA menyatakan bahwa membaca adalah perintah pertama Allah SWT kepada semua umat manusia sebab sebuah peradaban dibangun adalah dengan kualitas bacaan yang dilakukan.
ROKAN HULU (HUMAS) Kepala Kantor Kemneterian Agama Kabupaten Rokan Hulu Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA menyatakan bahwa membaca adalah perintah pertama Allah SWT kepada semua umat manusia sebab sebuah peradaban dibangun adalah dengan kualitas bacaan yang dilakukan. Membaca ada dua bentuk, pertama membaca yang tersurat dan kedua membaca yang tersirat. Ini adalah salah satu asalasan penting kepanapa perintah pertama kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus pelantikannya sebagai seorang Nabi dan Rasul adalah perintah untuk membaca. Demikian disampaikan Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA ketika memberikan ceramah dalam rangka Nuzulul Qur’an 1433 H yang ditaja oleh POLRES Rohul bersama dengan masyarakat Lubah Hilir, Jum’at (10/8/2012) bertempat di Masjid Ikhlas Lubah Hilir Pasir Pengarayan. Hadifr dalam acara tersebut KAPOLRES Rohul Yudi Kurniawan SIP MIP, para Kasat di lingkungan Polres Rohul, KAPOLSEK Rambah, Anggota POLRES Rohul, Pengurus/Imam Masjid Ikhlas, Kadus Lubah Hilir, tokoh agama, tokoh adat, alim ulama, cerdik pandai, dan masyarakat Lubah Hilir Pasir Pengarayanb dan sekitarnya. Ahmad Supardi Hasibuan lebih lanjut menjelaskan, kenapa perintah membaca sebagai perintah pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW di Gua hira, padahal satu-satunya Nabi dan Rasul dan termasuk satu-satunya Kitab yang perintah pertamanya membaca, hanyalah kepada Nabi Muhammad SAW dan Kitabnya Alqur’an. Ini adalah sebuah rahasia besar dari Sang Ilahi dan ternyata berdasarkan penelitian para ahli, banyak sekali manfaat yang diperoleh dari membaca, apakah manfaat yang bersifat peribadi berjangka pendek maupun manfaat yang bersifat umum jangka panjang dan kepentingan bangsa yang lebih besar. Dijelaskannya, setidaknya ada 10 manfaat besar dari membaca yang dilakukan oleh seseorang. Pertama, terjadinya proses mental secara aktif. Kedua, meningkatkan ilmu pengetahuan. Ketiga, meningkatkan kosa kata. Keempat, meningkatkan konsenterasi dan fokus. Kelima, membangun kepercayaan diri. Keenam, meningkatkan memory. Ketujuh, meningkatkan kedisiplinan waktu. Kedelapan, meningkatkan kreatifitas. Kesembilan, mengurangi kebosanan. Kesepuluh, belajar dari pengalaman hidup orang lain. Untuk itu Ahmad Supardi Hasibuan berharap, agar melalui peringatan Nuzulul Qur’an ini, mari kita tingkatkan semangat dan aktifitas membaca, baik membaca Alqur’an maupun yang lainnya. Baik membaca yang tersurat maupun yang tersirat, sehingga kita akan menjadi insan kamil, sesuai cita-cita Alqur’an. (Ash).