0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohul : Menyibak Tabir Memaafkan

Ringkasan: ROKAN HULU (HUMAS) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA mengisi pengajian subuh di Masjid Jami’ Desa Babussalam Pasir Pengarayan, Selasa (9/12/2012) dengan judul taushiyah “Menyibak Tabir Maaf Memaafkan”, yang dihadiri umat Islam jamaah masjid Jami’.
ROKAN HULU (HUMAS) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA mengisi pengajian subuh di Masjid Jami’ Desa Babussalam Pasir Pengarayan, Selasa (9/12/2012) dengan judul taushiyah “Menyibak Tabir Maaf Memaafkan”, yang dihadiri umat Islam jamaah masjid Jami’. Kakan Kemenag Rohul menyatakan bahwa kalau dilihat dalam Al-qur’an, semua perintah yang terkait dengan maaf memaafkan ini adalah perintah untuk memberi maaf dan bahkan tidak diketemukan perintah untuk meminta maaf. Sebagai contoh dapat dilihat dalam Alqur’an Surat Al-A’raf ayat 199 : Artinya : Jadilah Engkau Pema''af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma''ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. Dalam Surat Asy-Syura ayat 40 dijelaslkan : Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik [berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepadanya] Maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya dia tidak menyukai orang-orang yang zalim. Hal yang sama dijelaskan dalam Surat Ali Imrah ayat 134 : (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema''afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Juga dijelaskan dalam Surat Ali Imran ayat 159 : 159. Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma''afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu [Maksudnya: urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya.]. Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. Kenapa harus perintah memberi maaf dan bukan meminta maaf ? Inilah pertanyaan mendasar dalam kajian ini. Kakan Kemenag Rohul menjelaskan bahwa akhir-akhir ini ada satu penelitian di Amerika Serikat terkait dengan ajaran memaafkan ini. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa orang yang suka memberi maaf maka kesehatannya akan prima baik kesehatan fisik maupun mentalnya. Untuk itu, Kakan Kemenag mengakhiri pengajian dengan empat rumus dalam hal kebaikan dan kejahatan, yaitu : Pertama, jika kita mempunyai kebaikan untuk orang lain maka lupakanlah, supaya kita tidak riya’ dan tidak meminta balasan. Kedua, jika orang lain mempunyai kebaikan untuk kita, maka ingat-ingatlah selalu, supaya kita bisa membalasanya, bisa berterima kasih kepadanya dan menyadari bahwa ternyata hidup ini tidak bisa sendiri dan perlu bantuan orang lain. Ketiga, jika ada kesalahan kita kepada orang lain maka ingat-ingatlah selalu, supaya kita tidak mengulanginya lagi, bisa bertaubat dan meminta maaf kepada yang bersangkutan. Keempat, jika orang lain berbuat kejahatan kepada kita, maka lupakanlah supaya kita tidak menuntut balas dan bisa memberi maaf kepadanya. (Ash).