Kakan Kemenag Rohul : PAUD Perlu, Tetapi Pendidikan Keluarga Lebih Perlu
Ringkasan:
ROKAN HULU (HUMAS) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA menyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang telah diformalkan dalam bentuk lembaga saat ini perlu, namun lebih perlu lagi meningkatkan Pendidikan dalam keluarga, sebab pendidikan dalam keluarga adalah “Ibunya Pen...
ROKAN HULU (HUMAS) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA menyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang telah diformalkan dalam bentuk lembaga saat ini perlu, namun lebih perlu lagi meningkatkan Pendidikan dalam keluarga, sebab pendidikan dalam keluarga adalah “Ibunya Pendidikanâ€.
Keberhasilan pendidikan dalam semua jenjang adalah dimulai dari keberhasilan pendidikan dalam keluarga. Oleh karenanya sangat tepat ungkapan yang menyatakan bahwa keberhasilan setiap individu sangat ditentukan oleh keberhasilan orangtuanya dalam menerapkan pendidikan dalam keluarga.
Demikian disampaikannya usai mengikuti kegiatan gerakan aksi pengembangan pendidikan untuk semua (PUS), Kamis (5/7) yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Riau sejak tanggal 2 s/d 5 Juli 2012 bertempat di hotel Puraya Pekanbaru.
Kegiatan tersebut diikuti seluruh pemangku dan yang terkait dengan pendidikan yang meliputi Kepala Bappeda, Kakan Kemenag, Kadis Sosial, Ka BPS, Ka Pemberdayaan Perempuan, Kabid PNFI, Kabid Pendidikan Dasar, Ketua Himpaudi, Ketua Forum PAUD, Kasubag Bina Program, Kasi Dikmas dan Ketua PGRI Kab/Kota se Provinsi Riau.
Menurut Ahmad Supardi Hasibuan, salah satu materi pokok yang dibicarakan dalam kegiatan tersebut adalah masalah PAUD yang telah menjadi salah satu agenda utama pendidikan di Provinsi Riau, dibawah binaan Prof Dr. Netty Herawaty. Namun Ahmad Supardi sangat menyayangkan, justru pendidikan mendasar seperti pendidikan dalam keluarga hampir tidak dibicarakan sama sekali.
Untuk itu, Kakan Kemenag Rohul ini bergarap agar pendidikan dalam keluarga, utamanya pendidikan agama dalam keluarga supaya menjadi salah satu agenda utama pendidikan di bumi melayu lancang kuning ini.
Ditambahkannya, keluarga adalah sumber kebahagiaan sebab keluarga adalah sampan besar yang dapat mengantarkan seseorang menuju puncak kebahagiaan dan menggapai tujuan yang hendak dicapai. Namun demikian, keluarga yang berantakan adalah sumber kerusakan moral sebab anak-anak nakal dan berandalan serta terjerumus dengan penyakit-penyakit masyarakat (pekat) pada umumnya adalah berasal dari keluarga yang berantakan (broken home). Untuk itu maka semua jenis pendidikan harus ditopang dengan pendidikan dalam keluarga. (Ash).