0 menit baca 0 %

Kakan Kemenag Rohul Pimpin Doa Penutupan MTQ Riau

Ringkasan: ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, pimpin doa bersama pada Penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXII Tingkat Provinsi Riau Tahun 2013 di Rokan Hulu, Senin (19/8/2013) bertempat di Tribun dan Astaka Utama MTQ Riau, Pasir Pengaraian.
ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, pimpin doa bersama pada Penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXII Tingkat Provinsi Riau Tahun 2013 di Rokan Hulu, Senin (19/8/2013) bertempat di Tribun dan Astaka Utama MTQ Riau, Pasir Pengaraian. Ahmad Supardi menjelaskan, bahwa pada upacara pembukaan MTQ Riau tanggal 14 Agustus 2013 yang lalu, yang memimpin doa bersama adalah Kakanwil Kemenag Riau Drs H Tarmizi Tohor MA, sedangkan pada acara penutupan, doa bersama dipimpin oleh Kakan Kemenag Rohul. Menurut Ahmad Supardi Hasibuan, pembacaan doa ini sangat penting, sebab untuk mendekatkan diri kita kepada Allah SWT, sekaligus meminta pertolongan agar acara berjalan sukses dan terima kasih serta rasa syukur yang mendalam atas seluruh nikmat yang telah dianugerahkanNya kepada kita. Ahmad Supardi Hasibuan dalam doanya, memohon kepada Allah SWT agar pelaksanaan MTQ XXXII Provinsi Riau Tahun 2013 ini, dijadikan sebagai wahana untuk menanamkan kecintaan kepada Alqur’an, menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk senantiasa gemar membaca Alqur’an, memahami Alqur’an, menghafal Alqur’an, menghayati Alqur’an, dan mengamalkan Alqur’an. Ahmad juga memohon, agar Allah SWT member cahaya dengan bacaan Alqur’an, menghiasi akhlak dengan Alqur’an, membaguskan amal dengan Alqur’an, membersihkan wajah dengan keberkahan Alqur’an, menjadikan Alqur’an sebagai penghalang masuk neraka, menjadikan Alqur’an sebagai penolong masuk syurga, dan menjadikan Alqur’an sebagai penolong dalam hidup dan kehidupan di dunia dan akhirat. Ahmad secara khusus bermohon kepada Allah SWT, agar diberikan pemimpin Riau ke depan, seorang pemimpin yang komit pada Alqur’an, berakhlak Alqur’an, peduli kepada umat, peduli pada pengembangan agama, dan pengembangan masyarakat muslim di negeri Melayu. Ahmad Supardi menutup doa dengan memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan, dosa dan kesalahan kedua orang tua, dosa dan kesalahan para pemimpin, kealfaan para pendahulu, serta dosa dan kesalahan masyarakat, sebab hanya Allah SWT semata yang dapat menghapus dosa.***(Ash)